Breaking News:

Serba Serbi

Makna Kramaning Sembah, Serta Tuntunan Sembahyang Dalam Ajaran Hindu

Di dalam persembahyangan, para umat menggunakan media berupa benda seperti sarana sembahyang, ucapan suci (mantra dan doa), serta sikap diri dan sikap

Tribun Bali/Rizal Fanany
ilustrasi sembahyang - Upacara Yadnya Pamahayu Jagat di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Bali, Minggu (5/7/2020). Persembahyangan ini digelar untuk memohon berkah pada Tuhan Yang Esa terkait penerapan tatanan kehidupan era baru masyarakat Bali yang produktif dan aman. 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sembahyang terdiri dari dua kata, yakni sembah yang berarti sujud.

Hyang yaitu dihormati atau dimuliakan dan disucikan, sebagai objek pemujaan yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sehingga sembahyang, artinya menghormati atau takluk serta memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau manifestasiNya.

Termasuk menyerahkan diri serta menghubungkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

Baca juga: Hari Ini Tepat Hari Kajeng Kliwon, Jro Mangku Ketut Maliarsa: Jangan Lupa Sembahyang

Demikian dijelaskan dalam buku ‘Tuntunan Muspa dan Doa Sehari-hari’ oleh penulis Kanduk S.

Buku yang diterbitkan, oleh CV Kayumas Agung ini, juga memaparkan bahwa kitab suci Weda adalah sumber hukum dari kewajiban untuk melaksanakan persembahyangan sebagai wujud kehidupan beragama.

Kitab suci Weda memuatnya dalam ajaran ‘Upasana’ yakni ilmu pengetahuan tentang sembahyang.

Salah satu jalan yang diajarkan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan, adalah melalui bakti yoga.

Disebutkan pula bahwa bakti yoga adalah salah satu jalan paling sederhana dan mudah untuk dilakukan.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved