Berita Gianyar

Pasokan dari Luar Bali Turun 40 Persen, Harga Sayur dan Bumbu Dapur di Gianyar Melambung

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar mendata, harga sayuran dan bahan bumbu masakan sudah naik 50 persen dari harga sebelumnya

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kondisi cabai rusak karena musim penghujan. Foto diambil, Rabu (6/1/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kondisi masyarakat Bali saat ini semakin terpuruk.

Setelah hantaman ekonomi akibat 'matinya' pariwisata di tengah covid-19, kini ditambah lagi dengan harga kebutuhan primer masyararakat melambung tinggi.

Bahkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar mendata, harga sayuran dan bahan bumbu masakan sudah naik 50 persen dari harga sebelumnya.

Kondisi ini tak terlepas dari berkurangnya pasokan komoditi yang selama ini tergantung pada kiriman dari Jawa dan Lombok.

Baca juga: Harga Cabai di Karangasem Tembus Angka Rp 85 Ribu Perkilogram

Berdasarkan data Disperindag Gianyar per Selasa (5/1/2020) yang dihimpun Tribun Bali, Rabu (6/1/2021), sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan bukan hanya sayur dan bahan bumbu masakan, kondisi ini juga terjadi pada daging.

Yakni, daging sapi dari Rp 80rb menjadi Rp 105 ribu per kilogram.

 Daging babi  dari Rp 55 ribu ke Rp 90 ribu per kilogram, daging ayam naik dari Rp 25 ribu ke Rp 42 ribu.

Untuk Cabai dari Rp 12 ribu naik drastis ke angka Rp 80 ribu per kilogram.

Bawang merah naik dari Rp 25 ribu ke Rp 35 ribu per kilogram.

Untuk sayur mayur, rata-rata mengalami kenaikan Rp 4.000 sampai Rp 6.000.

Kadisperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary mengatakan, kemungkinan besar harga tersebut akan terus mengalami kenaikan.

Kata dia, salah satu penyebab naiknya harga-harga tersebut, khususnya bahan bumbu dapur seperti cabai dan bawang yang melonjak tinggi, dikarenakan selama ini  dipasok dari Jawa maupun Lombok.

Dalam musim penghujan ini, pasokan tersebut menurun sampai 40 persen.

"Ini kan berawal dari pasokan dari luar Bali menurun sampai 40 persen, menurun pasokan ini karena petani sayur dan bumbu gagal panen.

Baca juga: Tembus hingga Rp 80 Ribu per Kilogram, Ini Penyebab Harga Cabai Meroket di Klungkung

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved