Warga Amerika yang Anti-masker Positif Covid-19, Ketakutan Saat Masuk Rumah Sakit
Chuck Stacey kini menjalani perawatan di rumah sakit menggunakan ventilator. Demikian warta New York Post, Selasa (5/1/2021).
TRIBUN-BALI.COM – Warga Amerika Serikat Chuck Stacey yang anti-masker positif Covid-19. Kini dia ketakutan karena kondisinya makin memburuk.
Chuck Stacey kini menjalani perawatan di rumah sakit menggunakan ventilator. Demikian warta New York Post, Selasa (5/1/2021).
Dari tempat tidurnya rumah sakit, Stacey mengunggah video di Facebook dan dibagikan oleh temannya pada Senin (4/1/2021).
Dia menyesal pandangannya terhadap Covid-19 selama ini salah.
Baca juga: Gubernur Koster : di Bali Kepatuhan Memakai Maskernya 96,47 Persen, Tertinggi di Indonesia
Baca juga: Dua Wanita Ini Tak Mau Pakai Masker, Pilot Minta Seluruh Penumpang Turun Lagi
Baca juga: Dalam Pesan Natal, Paus Fransiskus Kritik Mereka yang Menolak Pakai Masker
“Saya tidak memakai masker. Saya seharusnya memakainya. (Tapi) saya tidak melakukannya," kata Stacey di video itu.
Dia menambahkan awalnya dia yakin kalau Covid-19 cuma flu dan aksi politik belaka. Oleh karena itu, dia mengabaikan imbauan pemerintah agar memakai masker.
"Kamu tidak ingin berakhir seperti saya. Saya kesulitan bernapas. Saya mungkin harus diintubasi jika kondisi saya bertambah buruk," imbuh Stacey.
Dia lantas memohon kepada orang-orang yang masih meremehkan virus corona untuk berubah pikiran dan melindungi diri serta keluarga mereka.
Stacey kini mengajak semua orang ayo pakai masker untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
“Jika memakai masker bisa mengurangi kemungkinan Anda terkena penyakit ini bahkan hanya 5 persen, pakai saja masker,” tuturnya.
“Lakukan (pemakaian masker) untuk anak-anak Anda, orang yang Anda cintai. Lakukan untuk dirimu sendiri,” kata Stacey.
Stacey dirawat di sebuah rumah sakit di Florida, AS, untuk kedua kalinya sejak dinyatakan terinfeksi Covid-19 pada 27 Desember 2020.
Pria berusia 50 tahun itu mengatakan kepada CNN bahwa ketika pandemi mulai, dia menyamakan virus corona dengan flu yang buruk dan tidak mengambil banyak tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya sendiri.
Baca juga: Intel PM Gadungan Raup Puluhan Juta, Lancarkan Aksi Penipuan Berbekal Atribut dan Masker TNI
Selain itu, Stacey mengaku jika dia menderita klaustrofobia, salah satu jenis fobia di mana seseorang memiliki rasa takut yang berlebih terhadap tempat tertutup.
Oleh karena itu, dia tidak akan bisa mengatasi ketakutan itu jika memakai masker. Sebagai gantinya, dia memilih untuk memakai face shield.
Stacey berharap untuk segera keluar dari rumah sakit. Kini, ketakutannya memakai masker karena klaustrrofobia telah hilang.
"Ketakutan akan Covid-19 lebih buruk daripada klaustrofobia,” tutur Stacey.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul Seorang Anti-masker Positif Covid-19, Khawatir Kondisinya Makin Memburuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-masker-corona-pdds-tabanan-salurkan-6000-masker-ke-tenaga-medis-dan-masyarakat.jpg)