Breaking News:

Corona di Indonesia

Jika Merasakan Efek Samping Vaksin Covid-19, Begini Cara Melapor

Jika mendapati efek samping yang cenderung merugikan, masyarakat bisa langsung melaporkan.

Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/Fauzan Al Jundi
Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam acara Focus Group Fiscusion BPOM di The Stone Hotel, Kuta, Badung, Kamis (4/5/2017) lalu 

Jika Merasakan Efek Samping Vaksin Covid-19, Begini Cara Melapor

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sejumlah warga mengkhawatirkan efek samping vaksin Covid-19 atau vaksin Corona.

Karena itu, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia ( BPOM RI) mengimbau masyarakat penerima vaksin Covid-19 untuk proaktif melaporkan adanya gejala efek samping yang diduga muncul akibat vaksinasi.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia ( BPOM RI), Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, jika mendapati efek samping yang cenderung merugikan secara fisik atau psikis, masyarakat bisa langsung melaporkan kepada pihak tenaga kesehatan (Nakes) di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) awal subjek menerima vaksin.

"Masyarakat tentunya dapat melaporkan pada fasilitas pertama yang bersangkutan mendapatkan injection reaction," kata Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers via Zoom, Jumat (8/1/2020).

Baca juga: Raffi Ahmad di Daftar Penerima Pertama Vaksin Covid-19, Begini Kata Sang Manajer

Baca juga: Raffi Ahmad dan Najwa Shihab Sudah Dihubungi Istana, Calon Penerima Pertama Vaksin Covid-19

Baca juga: Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Suci dan Halal

Setelah itu, ungkap Penny, pihak Fasyankes tersebut bakal meneruskan laporan tersebut ke Komite Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di tingkat daerah.

Sebelum akhirnya diteruskan ke KIPI tingkat nasional.

"Karena BPOM adalah pusat farma coolant vigilance nasional. Artinya pengawasan obat dan vaksin didistribusikan," ujarnya.

Laporan keluhan yang diduga akibat vaksin Covid-19, ungkap Penny, bakal dipelajari, termasuk melakukan pengujian sekaligus menganalisis dugaan dampak vaksin.

Dari rangkaian tahapan itu, bakal diperoleh pembuktian, mengenai efek samping yang dirasa merugikan oleh subjek vaksin, murni disebabkan faktor lain atau memang akibat penggunaan produk vaksin tersebut.

"Kalau ada kaitannya dengan produk tentu harus dilakukan sampling dan pengujian, nanti kami akan ambil langkah-langkah yang sistematis lagi," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved