Breaking News:

Berita Jembrana

Sertifikat PTSL 89 Bidang Tanah Dibagikan, 10 Diantaranya Dibagikan Ke Masyarakat

Sertifikat nasional atas pendataan melalui PTSL tahap II tahun 2020 sebanyak 89 bidang tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Jembrana.

Istimewa
Penyerahan simbolis oleh Bupati Jembrana kepada masyarakat beberapa hari lalu 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pembagian sertifikat nasional oleh presiden indonesia Joko Widodo, pada Selasa (5/1/2021) lalu dilaksanakan secara daring.

Untuk kabupaten Jembrana, sertifikat nasional atas pendataan melalui PTSL tahap II tahun 2020 sebanyak 89 bidang tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Jembrana, oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jembrana, I Made Sumadra di executive room kantor bupati. 

Lewat daring presiden joko widodo menyampaikan penyerahan 584.407 sertifikat tanah di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota ini guna mempercepat kepemilikan bukti dan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki.

Pada saat daring itu, Presiden Jokowi menyatakan, bahwa pada 2017 posisinya ada 80 juta sertifikat yang belum selesai.

Jika tiap tahun teraelesaikan 500 ribu, maka butuh hingga ratusan tahun untuk masyarakat memiliki kepastian hukum atas bukti kepemilikan tanahnya.

Karena itu harus dilakukan percepatan dengan target 2025 semua tanah yang dimiliki sudah tersertifikatkan.

Baca juga: 88 Sertifikat Diserahkan BPN ke Pemkab Jembrana

Bupati Jembrana, I Putu Artha menyatakan, bahwa ia menerima 89 sertifikat tanah yang 79 diantaranya atas nama pemerintah daerah kabupaten Jembrana, yang telah dibangun jalan dan bangunan dan 10 sertifikat pribadi masyarakat kabupaten jembrana.

"Hingga saat ini 1601 aset-aset daerah sudah bersertifikat, selain itu masyarakat jembrana secara bertahap juga dapat segera memiliki kepastian hukum atas bukti kepemilikan tanah,” ucapnya Jumat (8/1/2021).

Ia menegaskan, bahwa masyarakat mesti menyimpan baik-baik sertifikat yang diterima dan dimanfaatkan dengan bijak.

Sesuai pesan presiden, simpan baik-baik sertifikat yang telah diterima. Pergunakan dengan bijak demi peningkatan ekonomi apalagi di masa pandemi ini.

Sementara itu, Kepala kantor pertanahan Kabupaten Jembrana Made Sumadra, berharap masyarakat aktif memastikan kepastian hukum atas bukti kepemilikian tanah masing-masing.

Apalagi saat ini sedang melakukan tranaformasi digital, masyarakat dapat menelusuri dan cek sertifikat melalui aplikasi ‘SENTUH TANAHKU’ atau konfirmasi ke kantor pertanahan dwmi kepastian hukum.

“Sebagai tindak lanjut atas pendataan aset pribadi dan pemerintah melalui jalur PTSL lalu, secara bertahap penyerahan sertifikat akan dilaksanakan hingga target tahun 2025,” bebernya.

Baca juga: 74 Bidang Aset Pemkab Buleleng Disertifikatkan

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved