Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak

Pesan Terakhir Pramugari Sriwijaya Ke Keluarganya di Denpasar, Tak Bisa Rayakan Natal & Minta Ini

Duka mendalam menyelimuti keluarga dan kerabat pramugari Sriwijaya Air SJY-182, Mia Tre Setiyani Wadu yang turut terdaftar

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Foto istimewa kiriman Corporate Communications Sriwijaya Air.
ilustrasi pesawat Sriwijaya Air. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Duka mendalam menyelimuti keluarga dan kerabat pramugari Sriwijaya Air SJY-182, Mia Tre Setiyani Wadu yang turut terdaftar dalam daftar manifest penerbangan. 

Ditemui Tribun Bali, keluarga dan kerabat pramugari Sriwijaya Air, Mia Tre Setiyani Wadu telah mempersiapkan berkas administrasi dan menggelar ibadah bersama di kediamannya, di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga no.3, Renon, Denpasar, Bali.

Baca juga: Keluarga Pramugari Sriwijaya Air SJY – 182 di Denpasar Gelar Ibadah dan Persiapkan Administrasi

Baca juga: Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Air SJY-182, Satu Pramugarinya Ini Adalah Jemaat GPIB Maranatha Denpasar

Baca juga: Salah Satu Pramugari Sriwijaya Air Warga Denpasar, Sempat Kirim Pesan Minta Rumah Dibersihkan

kukan sesuai dengan arahan Polri mempersiapkan segala surat-surat administrasi guna keperluan identifikasi, tadi malam Sabtu (9/1/2021) kumpul, ibadah bersama,” kata kerabat korban, Johny Lay kepada Tribun Bali, Minggu (10/1/2021).

Johny menyampaikan, sore nanti pukul 17.00 Wita rencananya keluarga juga kembali menggelar ibadah penguatan di rumah.

“Sore nanti ibadah penguatan di rumah,” katanya

Mia Tre Setiyani Wadu, pramugari pesawat Sriwijaya Air SJY-182 Rute Jakarta – Pontianak yang jatuh di perairan diketahui merupakan warga Denpasar, Bali.

Mia Zet Wadu merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Orang tuanya tinggal di Kerabat Korban, sang Paman, Johny Lay mengungkapkan, bahwa dua minggu yang lalu, Mia berpesan kepada orang tua meminta rumahnya dipersiapkan dan dibersihkan karena bulan Januari 2021 ini berencana berlibur dan berkunjung ke rumah bersama teman-temannya, karena saat Hari Raya Natal kemarin Mia tidak bisa pulang ke rumah. 

Pesan itu pun dilaksanakan orang tua.

“Dua minggu sebelumnya karena tidak bisa natalan, Mia telepon orang tua, minnta tolong bersihkan rumah dan persiapkan rumah karena libur mau ke rumah, orang tua sudah melaksanakan merehab membersihkan kamar mandi toilet dan kamar tidur,’ ungkap Johny Lay saat dihubungi Tribun Bali, Mingggu (10/1/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS - Salah Satu Pramugari Sriwijaya Air SJY-182 Merupakan Warga di Denpasar Bali

Baca juga: Panglima TNI Kerahkan KRI Rigel & Kopaska Cari Badan Pesawat Sriwijaya Air SJY-182

Baca juga: 5 FAKTA Sriwijaya Air yang Hilang Kontak: Dari Kronologi hingga Pesawat Sudah Berumur 26 Tahun

Sedangkan, orang tua kontak terakhir dengan Mia sesaat sebelum jadwal keberangkatan Mia.

Namun, kali ini hanya kabar keberangkatan yang diterima, tiada kabar tiba dari Mia Zet Wadu.

“Sesaat sebelum berangkat masih menghubungi orang tua, bilang mau tugas, biasanya bilang mau berangkat. Mia dengan orang tua, setiap akan penerbangan mau berangkat pasti menghubungi orang tua, begitu pula setelah tiba,” bebernya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved