Breaking News:

Serba Serbi

Hari Suci Siwaratri di Masa Pandemi, Malam Renungan Umat Hindu Menemukan Makna Lahir Sebagai Manusia

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, menjelaskan bahwa Siwaratri menjadi momen masa tenang, masa normal, kehidupan sebagai manusia

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti. 

Kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kepintaran, kemasyuran, semuanya tidak memiliki arti apa-apa di alam dunia ini," tegas pensiunan dosen Unhi ini.

Lanjutnya, Covid-19 adalah sebuah fenomena alam yang memberikan kesadaran, betapa lemah dan miskinnya hidup kita dari segi mental dan rohani.

 Karma adalah sesuatu yang tidak bisa diingkari.

Siwaratri, kata beliau, sebuah perenungan untuk masa lalu, masa sekarang dan masa depan, guna mengubah perilaku, tingkah laku dan dapat menghormati kehidupan dan segala ciptaan Tuhan.

"Marilah kita merenung sejenak, sadarilah bahwa kita sebagai manusia memiliki kekurangan, kelemahan, keegoan, keserakahan, sehingga membuat kesadaran berkurang," tegas beliau.

Baca juga: PHDI Bali Imbau Umat Sembahyang di Rumah Masing-masing, Ini Makna Siwaratri yang Dirayakan Esok

Dengan menyambut hari Siwaratri, manusia merenung sejenak guna mengevaluasi kehidupan, perbuatan, perilaku serta mulai menyadarkan diri untuk bisa meningkatkan karma baik di masa depan.

“Semoga corona yang telah menyadarkan diri kita, cepat berlalu, sehingga kita bisa hidup normal dengan batas-batas wajar, untuk membangun karma yang baik," kata beliau. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved