Breaking News:

Berita Tabanan

Warga Manfaatkan Magot untuk Pakan Ternak dengan Sistem Kohe, Hemat Biaya Pakan hingga 70 Persen

Seorang peternak tampak sibuk memberikan pakan ayamnya di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Bali belum lama ini.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Seorang peternak tampak sibuk memberikan pakan maggot ayamnya di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang peternak tampak sibuk memberikan pakan ayamnya di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Bali belum lama ini.

Satu persatu kandang ayam kampung miliknya ia hampiri untuk diisi pakan.

Adalah seorang warga bernama I Wayan Alit Himbawan (48) yang memberikan ayamnya pakan maggot.

Magot ia budidayakan dengan sistem kohe (kotoran hewan).

Dengan pakan ini, ia bisa menghemat pembelian pakan ternak pabrikan hingga 70 persen, terlebih lagi saat ini pandemi.

Baca juga: Dinas Pertanian Badung Siapkan Anggaran Rp 1,8 M Lebih untuk Pakan di Sentra Ternak Sapi Sobangan

Baca juga: Warga Tebongkang Ubud Gotong Royong Urus Ternak Babi, Pemiliknya Masih Jalani Karantina Covid-19

Baca juga: Cerita Arya Candra, Pemilik Kolam Renang di Tabanan, Kolamnya Kini Dijadikan Ternak Nila dan Gurami

Alit Himbawan menuturkan, budidaya magot dengan sistem kotoran hewan (kohe) ini dirasa sangat bermanfaat.

Terlebih di masa pandemi, pihaknya mampu menghemat biaya pakan pabrikan yang harganya kini cukup tinggi. 

Ia memulai budidaya ini sejak pandemi mulai berlangsung, sekitar bulan Maret 2020 lalu.

Budidaya ini berasal dari ide yang diberikan dari seorang temannya di desa setempat untuk menekan biaya pakan ternak yang begitu tinggi.

Ia kemudian mencoba melakukan budidaya magot dengan sistem kotoran hewan yakni ayam.

Baca juga: Cerita Guru Honorer di NTT Jual Sayur dan Ternak Babi demi Penghasilan Tambahan: Saya Tidak Gengsi

Baca juga: 6 Makanan Ini Pernah Dianggap Murah, Kini Jadi Santapan Mewah, Kentang Sempat Jadi Makanan Ternak

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved