Breaking News:

Berita Gianyar

Cuaca Ekstrim, Desa Bukian Gianyar Sempat Terisolasi Karena Rumpun Bambu

Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar sempat terisolasi selama beberapa jam dikarenakan rumpun bambu yang tumbuh subur di pinggir Jalan.

Istimewa
Petugas BPBD Gianyar saat mengevakusi rumpun bambu yang menutup akses Jalan Bukian, Payangan, Selasa (12/1/2021) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar sempat terisolasi selama beberapa jam, Selasa (12/1/2021).

Hal tersebut dikarenakan rumpun bambu yang tumbuh subur di pinggir Jalan Raya Bukian roboh lantasan tanah tempatnya tumbuh longsor.

Hal ini diakibatkan oleh cuaca ekstrim atau hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi sejak beberapa hari ini.

Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Dharma Jati, Rabu (13/1/2021), mengatakan, cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini, mengharuskan masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas.

Terutama daerah yang terdapat tebing tanah dan pohon besar.

Baca juga: Rumpun Bambu Tumbang, Jalan Tjampuhan Ubud Sempat Tertutup

Sebab bencana tanah longsor dan pohon tumbang tidak dapat diprediksi. 

Seperti halnya terjadi di Jalan Bukian, Payangan. Kata dia, akibat cuaca ektrim mengakibatkan tanah di pinggir jalan setempat labih, akibatnya,  rumpun bambu yang tumbuh subur di atasnya ikut roboh dan menutup jalan.

Tidak terdapat korban dalam peristiwa ini, hanya saja wilayah desa setempat sempat terisolasi karena aksesnya tertutup.

Proses evakuasi pun berjalan relatif lama, dari pukul 18.28 Wita hingga situasi kembali normal pada Rabu dini hari, tepatnya pukul 02.30 Wita.

"Karena medan yang sulit, proses evakuasi memakan waktu hingga pukul 02.30 Wita. Saat ini lalu lintas sudah lancar kembali," ujarnya.

Terkait cuaca ekstrim yang belum diketahui kapan akan berakhir, pihaknya mengimbau masyarakat supaya ikut melakukan langkah antisipasi.

Terutama untuk pohon.

Jika terdapat pohon yang kondisinya membahayakan keselamatan, diminta untuk berkoordinasi dengan pihaknya. 

"Sejauh ini, antisipasi warga terhadap bencana pohon tumbang sudah bagus. Hak itu terlihat dari minimnya laporan pohon tumbang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tapi tetap kami imbau, jika terdapat pohon yang membahayakan, supaya berkoordinasi pada kami untuk dilakukan pemangkasan atau langkah tepat lainnya untuk antisipasi hal yang tak diinginkan," tandasnya. (*)

Baca juga: Akibat Diguyur Hujan Lebat, Pohon Loa Tumbang di Ubud Gianyar hingga Sempat Ganggu Lalu Lintas

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved