Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Hilang Kontak

Kisah Co-Pilot Diego Mamahit di Mata Ayah, Sosok Penurut dan Lulusan Terbaik Sekolah Penerbangan

Meski masih diselimuti suasana duka, Boy Mamahit, ayah dari Co-pilot Sriwijaya Air SJ182 Diego Mamahit (36) mengungkap kisah hidup perjalanan putranya

Editor: Ady Sucipto
dok/ist
Almarhum Copilot Sriwijaya Air SJY182 Diego Mamahit. Diego teryata merupakan anak dari mantan petinggi perusahaan maskapai Bouraq Airlines. 

"Alat laut yang mempunyai kemampuan deteksi bawah air yang mudah-mudahan kami akan memaksimalkan."

"Khususnya di dalam pencarian bagian daripada kotak hitam CVR yang mudah-mudahan kita berdoa bersama itu bisa ditemukan," tuturnya, Kamis (14/1/2021).

Selain CVR, pencarian korban juga terus dimaksimalkan.

Rasman mengungkapkan, ada 54 kapal dan 13 pesawat yang dikerahkan dalam pencarian hari keenam saat ini.

Tak hanya itu, 18 alat laut skala kecil seperti sea rider, jetski, dan perahu karet, juga turut dikerahkan.

"Karena ini sudah masuk hari keenam tentunya apabila ada bagian-bagian atau korban yang mungkin terbawa arus tentu mungkin sudah cukup jauh," tandas dia.

141 Kantong Jenazah Terkumpul

Hingga Rabu (13/1/2021) malam, total 141 kantong jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 telah terkumpul.

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, mengatakan ada dua penambahan kantong jenazah.

"Pada hari ini, saya melaporkan kita mendapatkan 141 kantong jenazah," lapornya saat jumpa pers di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, dikutip dari Kompas.com.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved