Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Hilang Kontak

Kisah Co-Pilot Diego Mamahit di Mata Ayah, Sosok Penurut dan Lulusan Terbaik Sekolah Penerbangan

Meski masih diselimuti suasana duka, Boy Mamahit, ayah dari Co-pilot Sriwijaya Air SJ182 Diego Mamahit (36) mengungkap kisah hidup perjalanan putranya

Editor: Ady Sucipto
dok/ist
Almarhum Copilot Sriwijaya Air SJY182 Diego Mamahit. Diego teryata merupakan anak dari mantan petinggi perusahaan maskapai Bouraq Airlines. 

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI – Meski masih diselimuti suasana duka, Boy Mamahit, ayah dari Co-pilot Sriwijaya Air SJ182 Diego Mamahit (36) mengungkap kisah hidup perjalanan putranya.

Menurut Boy, Diego Mamahit merupakan sosok yang pintar dan pernah menorehkan prestasi sebagai lulusan terbaik sekolah penerbangan.

Diego mengawali pendidikan penerbangannya di Nam Flaying School, dan termasuk lulusan angkatan pertama di sekolah pencetak pilot tersebut.

Baca juga: Keluarga Pramugari Mia Diskusi dengan Maskapai, Direct Manager Sriwijaya Air: Mia Pramugari Terbaik

Hal itu dibeberkan Boy, saat ditemui di pondoknya di Jalan Nakula, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Diego menjadi 5 terbesar (lulusan terbaik) dari angkatan pertama, jadi mereka langsung terbang menjadi set pilot pada waktu itu. Saya melihatnya ini anak cukup cerdas ya otaknya," cerita Boy, Kamis (14/1/2021).

Boy dan Eveline Mamahit, orangtua Co-Pilot persawat Sriwijaya Air SJ182 Diego Mamahit di kediaman Jalan Nakula, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi.
Boy dan Eveline Mamahit, orangtua Co-Pilot persawat Sriwijaya Air SJ182 Diego Mamahit di kediaman Jalan Nakula, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi. (Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar)

Sebelum memutuskan menekuni profesi di dunia aviasi, Diego Mamahit menamatkan perkuliahannya di Universitas Atmajaya, Jakarta jurusan ekonomi.

Lantas setelah mengentaskan gelar sarjananya, Boy kemudian meminta Diego mendaftar ke sekolah penerbangan Nam Flaying School agar bisa berkarir sebagai pilot dan berkarir di dunia aviasi.

Diketahui, Boy adalah salah satu petinggi di perusahaan maskapai Bouraq Airline yang pernah berjaya di Tanah Air pada era 90-an.

"Anak itu penurut, sifat dia tak pernah melawan dan menentang orang tua. Mulai dari dia sekolah sampai tamat S1 di Atmajaya," kata Boy mengenang almarhum putranya itu.

"Lalu kemudian tadinya dia diterima di salah satu bank tapi kami saran mendaftar ke sekolah pilot," tambahnya.

Baca juga: Keluarga Berharap Mia Bisa Ditemukan, Enam Korban Sriwijaya Air Sudah Teridentifikasi

Mulanya, Diego sempat berdalih tak meminati dunia penerbangan. Lantaran tidak memiliki minat dan bakat bekerja di sektor industri penerbangan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kekhawatirkan Diego lambat laut tergerus.

Pelan namun pasti, Diego menunjukkan bukti bahwa dirinya punya talenta setelah menempuh pendidikan sekolah penerbangan dan menjadi seorang pilot.

"Saya bilang kenapa you bisa bilang begitu ya nyatanya dia (Diego) punya talenta yang tadinya dia bilang saya engga ada bakat untuk jadi penerbang, ternyata dia bisa sukses punya potensi," tuturnya berkisah.

Diego Mamahit diketahui merupakan Co-Pilot yang menerbangkan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada, Sabtu (8/1/2021).

Diego menikah dengan seorang wanita bernama Prisila Teja dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun.

Pasca-menikah, Diego tinggal di daerah Tangerang bersama anak istrinya.

Sebelumnya sejak kecil dia tinggal di Bekasi di kediaman orangtuanya.

Baca juga: Operasi SAR Sriwijaya Air Terkendala Cuaca Buruk, Ini yang Terjadi Pada Penyelam

Pencarian CVR Sriwijaya Air Dimaksimalkan

Diwartakan sebelumnya, memasuki hari keenam pencarian, Direktur Operasi Badan SAR Nasional, Brigjen TNI (Marsekal) Rasman, mengatakan pihaknya akan memaksimalkan pencarian cockpit voice recorder (CVR).

Dilansir Kompas.com, Rasman menyebutkan tim SAR gabungan masih memiliki alat utama laut yang memiliki kemampuan sonar bawah air.

"Alat laut yang mempunyai kemampuan deteksi bawah air yang mudah-mudahan kami akan memaksimalkan."

"Khususnya di dalam pencarian bagian daripada kotak hitam CVR yang mudah-mudahan kita berdoa bersama itu bisa ditemukan," tuturnya, Kamis (14/1/2021).

Selain CVR, pencarian korban juga terus dimaksimalkan.

Rasman mengungkapkan, ada 54 kapal dan 13 pesawat yang dikerahkan dalam pencarian hari keenam saat ini.

Tak hanya itu, 18 alat laut skala kecil seperti sea rider, jetski, dan perahu karet, juga turut dikerahkan.

"Karena ini sudah masuk hari keenam tentunya apabila ada bagian-bagian atau korban yang mungkin terbawa arus tentu mungkin sudah cukup jauh," tandas dia.

141 Kantong Jenazah Terkumpul

Hingga Rabu (13/1/2021) malam, total 141 kantong jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 telah terkumpul.

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, mengatakan ada dua penambahan kantong jenazah.

"Pada hari ini, saya melaporkan kita mendapatkan 141 kantong jenazah," lapornya saat jumpa pers di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, dikutip dari Kompas.com.

Selain dua kantong jenazah korban, tim gabungan juga menemukan 31 kantong berisi serpihan pesawat kecil dan 28 kantong potongan besar pesawat.

"Walaupun cuaca saya anggap tidak mendukung atau kurang mendukung, namun di sela-sela cuaca yang kadang-kadang bagus dan tidak, masih tetap semangat melaksanakan operasi pencarian atau operasi SAR," jelasnya.

Daftar Korban yang Teridentifikasi

Daftar nama korban Sriwijaya Air SJ-182 yang berhasil teridentifikasi bertambah.

Hingga Rabu (13/1/2021) malam, total sudah ada enam korban Sriwijaya Air yang sudah diketahui identitasnya.

Terbaru, ada dua korban telah teridentifikasi.

Dilansir Tribunnews, Karopenmas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, mengumumkan dua korban yang baru saja teridentifikasi atas nama Indah Halimah Putri dan Agus Minarni.

Identitas keduanya berhasil diketahui melalui sidik jari.

"Tim telah rekonsiliasi dan teridentifikasi."

"Atas nama Indah Halimah Putri, kedua Agus Minarni, ini dapat teridentifikasi melalui sidik jari," ujar Rusdi di RS Polri Kramat Jati, Rabu sore.

Berikut daftar korban Sriwijaya Air SJ-182 yang teridentifikasi:

1. Okky Bisma

2. Fadli Satrianto

3. Khasanah

4. Asy Habul Yamin

5. Indah Halimah Putri

6. Agus Minarni

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Korban Pesawat Sriwijaya Air, Co-pilot Diego Mamahit Pernah Jadi Lulusan Terbaik Sekolah Penerbangan

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved