Saking Takutnya Terhadap Gempa di Majene, Ada Warga yang Ungsikan Keluarga ke Kandang Ayam 

Kondisi ini menyebabkan banyak bangunan rusak parah, adanya korban jiwa, luka hingga akses publik seperti jalan dan listrik terputus. 

Editor: Eviera Paramita Sandi
Facebook
Gempa Majene 

TRIBUN-BALI.COM– Gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat terjadi lebih dari satu kali dengan kekuatan paling besar adalah dini hari tadi yaotu 6,2 Skala Ritcher.

Kondisi ini menyebabkan banyak bangunan rusak parah, adanya korban jiwa, luka hingga akses publik seperti jalan dan listrik terputus. 

Ketakutan warga pun tak terelakkan, ada warga yang takut tsunami dan gempa susulan.

Baca juga: Majene Diguncang Gempa 6,2 SR Pada Dini Hari, Kantor Gubernur Sulbar Dan Hotel Ambruk 

Baca juga: Gempa Majene, 3 Korban Meninggal, 24 Luka, Ribuan Mengungsi, Akses Jalan Dan Listrik Putus

Oleh sebab itu ratusan hingga ribuan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dilaporkan tengah mengungsi.

Saking takutnya ada warga yang mengungsikan keluarga dan anak-anak mereka ke kandang ayam atau rumah kebun yang diperkirakan aman dari gempa.

Gempa tektonik magnitudo 5,9  pada Kamis (14/1/2021) yang berpusat di Kecamatan Malunda Majene, menyebabkan dua tebing batu di jalur Trans Sulawesi longsor.

Bongkahan batu raksasa yang menggelinding membuat warga setempat dan pengendara khawatir mendekati titik longsor.

Akses jalan tertutup bongkahan batu raksasa yang ukurannya melebihi ketinggian manusia.

Kabid Kedaruratan BPBD Majene Sirajuddin menyebutkan, pihaknya kini terus melakukan validasi data kerusakan pasca genpa.

Namun menurutnya gempa tektonik yang berpusat di Majene, menyebabkan 2 titik pegunungan di wilayah Majene longsor.

Bongkahan batu raksasa terus mengelinding dan menutup akses jalan Trans Sulawesi.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait longsor di jalan Trans Sulawesi.

Hingga kini, tim tanggap bencana dan semua stakeholder seperti TNI-polisi dan Dinas Perhubungan terus berkoordinasi agar akses jalan yang tertutup longsor bisa diakses warga dan pengguna jalan secara normal.

“Kami sementara masih melakukan pendataan lasca gempa. Ada 2 titik longsor yang menutup akses jalan Trans Sulawesi. 20 rumah warga dilaporkan rusak berat hingga rusak ringan. Sementara ada ratusan warga yang takut gempa susulan mengungsi ke kandang ayam. Saat ini kita sedang melakukan edukasi kepada masyarakat pascagempa,”jelas Sirajuddin.

Sementara warga yang panik dan khawatir adanya gempa susulan memilih mengungsi malam hari ke berbagai lokasi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved