Breaking News:

Berita Badung

Angin Puting Beliung di Pantai Pererenan Canggu Bali, Belasan Atap Bangsal Hancur

Angin Puting Beliung di Pantai Pererenan Canggu Bali, Belasan Atap Bangsal Hancur

Tribun Bali/Agus Aryanta
Kondisi bangunan bangsal yang atapnya rusak pasca diterjang angin puting beliung di Pantai Pererenan, Canggu, Badung, Bali, Senin (18/1/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Angin puting beliung terjadi di wilayah Pantai Pererenan menuju Pantai Nelayan Canggu, Badung, Bali, pada Minggu 17 Januari 2021 sekitar pukul 17.00 Wita sore.

Fenomena alam tersebut sontak mengagetkan warga setempat.

Tak terkecuali pengunjung pantai ikut berlarian keluar dari arah pantai.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali di lokasi, pada Senin 18 Januari 2021, angin puting beliung muncul dari dalam Pantai Pererenan.

Setelah itu, angin puting beliung bergerak menuju arah timur hingga ke Pantai Nelayan Desa Canggu, Kuta Utara.

Baca juga: Seorang Perempuan Tewas Mulutnya Berbusa di Kos Dewi Sri Kuta, Tangan Kanan Terlipat di Atas Dada

Akibatnya, belasan bangunan di Pantai Nelayan rusak, yakni bangsal atau tempat penyimpanan alat-alat nelayan yang atapnya hancur.

"Anginnya muter-muter keras lagi suaranya," ujar seorang pemilik warung di Pantai Nelayan, Ni Ketut Warni.

Fenomena puting beliung itu juga sempat viral di media sosial.

Baca juga: Terima Kabar DFL Tewas di Homestay Denpasar, Ibu Korban di Jabar Pingsan dan Terus Mengigau

Dalam video terlihat angin puting beliung datang dari arah pantai menuju daratan hingga menerbangkan atap yang terbuat dari asbes.

"Angin datang dari arah Barat menuju arah Timur. Bangunan yang rusak merupakan bangunan yang dimanfaatkan nelayan untuk menyimpan perlengkapan melaut," kata Warni seraya menunjukan bangunan yang rusak.

Dia mengakui, hujan lebat turun setelah puting beliung menerjang.

"Saya sudah panik malah minta suami lari karena suara angin berwarna hitam keras sekali," tuturnya.

Tidak hanya atap, perahu nelayan juga ada yang tergelincir dari penopangnya.

Sampai saat ini Warni menyebut belum ada pendataan dari aparat terkait.

"Belum ada pendataan yang ke sini. Kalau pemilik bangsal ada yang datang ada yang tidak," imbhnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved