Sejarah Gempa di Provinsi Sulawesi Barat, Ada Sesar Sangat Aktif di Sulbar

Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo telah meluluh lantakkan sebagian wilayah di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Editor: Ady Sucipto
Tribun Medan
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, MAMUJU -- Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo telah meluluh lantakkan sebagian wilayah di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Pemerintah pun mengingatkan masyarakat untuk terus waspada karena ada wilayah di Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan daerah aktif gempa. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan.

Sulawesi Barat memiliki sesar sehingga masyarakat harus terus mengantisipasi terjadinya gempa.

”Sulbar memang ada yang sangat aktif dan memang ada sesarnya. Memang itu diharapkan bisa menjadi kewaspadaan masyarakat dan pemda,” kata Raditya dalam konferensi pers virtual, Minggu (17/1).

Baca juga: Update Gempa Sulbar: 73 Orang Meninggal, 743 Orang Luka-luka

Baca juga: Kisah Sertu Palemba, Punggung Dijadikan Tameng Lindungi Keluarga dari Reruntuhan Saat Gempa Mamuju

Baca juga: Update Korban Gempa Majene, 73 Orang Meninggal Dunia dan 27.850 Warga Mengungsi

Salah bentuk kewaspadaan yang diperlukan adalah membangun infrastruktur yang tahan gempa.

”Bagaimana mengembangkan infrastruktur di sana, karena rawan gempa. Jadi infrastrukturnya harus kuat terhadap gempa termasuk khususnya infrastruktur umum, fasilitas umum," jelasnya.

Raditya lantas menjelaskan sejarah gempa di Sulawesi Barat.

Misalnya, pada 11 April 1976, gempa 6,3 M menimpa Polewali Mandar.

Gempa ini memunculkan tsunami dan 13 orang meninggal. Kemudian pada 23 Februari 1969, gempa berkekuatan 6,9 M di kedalaman 13 kilometer juga terjadi di Desa Maliaya, Malunda, Sulbar.

Gempa ini menyebabkan tsunami setinggi 4 meter. Akibatnya 64 orang meninggal, 97 luka, dan 1.287 rumah rusak.

"Kemudian, 8 Januari 1984, gempa 6,7 M. Ratusan korban jiwa ada di Majene dan Mamuju," ujarnya.

Baca juga: Bantu Penanganan Korban Gempa di Sulawesi Barat, Unair Kerahkan Rumah Sakit Terapung dan Tim Medis

Baca juga: Kisah Suster Natsyelia, Selamatkan Pasien dan Bayi Saat Gempa Terjadi Tapi Nyawanya Tak Tertolong

Baca juga: Mensos Risma Rasakan Gempa Susulan di Mamuju, Minta Hal Ini ke Warga

Meski menyebut Sulbar sebagai daerah aktif gempa, Raditya membantah informasi yang menyebut warga Sulbar diminta keluarga dari wilayah tersebut karena risiko yang cukup tinggi.

"Informasi di wilayah Sulawesi Barat terkait dengan potensi risiko gempa yang cukup besar dan diminta semua orang pergi, sudah dipastikan berita itu tidak benar," ujar Raditya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved