Breaking News:

Berita Buleleng

Sejumlah Desa di Buleleng Masih Laksanakan Musdes untuk Penyaluran BLT Dana Desa

Sejumlah desa saat ini masih melakukan musywarah desa (musdes) terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2021

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Nyoman Agus Jaya Sumpana 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah desa saat ini masih melakukan musywarah desa (musdes) terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2021.

Musyawarah ini dilakukan untuk mendata warga yang berhak untuk menerima bantuan tersebut. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Nyoman Agus Jaya Sumpana ditemui Senin, 18 Januari 2021 mengatakan, Menteri Keuangan memang telah memutuskan untuk memperpanjang pemberian BLT DD hingga akhir 2021.

Dimana jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp 300 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulan.

Ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat selama pandemi covid-19. 

Baca juga: Pemberian BLT Dana Desa Diperpanjang Sampai Desember

Baca juga: Alokasi Dana Desa di Klungkung Akan Diatur Khusus, Difokuskan Penanganan Sampah dan Kemiskinan

Baca juga: Terkendala Anggaran dan Proses Administrasi, 8 Desa di Tabanan Belum Cairkan BLT Dana Desa Tahap II

Mengingat keputusan memperpanjang pemberian BLT DD ini dilakukan oleh pihak kementerian pada awal tahun, Sumpana pun menyebut dipastikan semua desa dapat melakukannya.

"Tidak seperti tahun sebelumnya, keputusan memberikan BLT DD sangat mendadak, sehingga ada beberapa desa yang tidak bisa memberikan sampai akhir tahun 2020, karena kekurangan anggaran dan sudah terlanjur melaksanakan program lain," terangnya. 

Berdasarkan data, per Oktober 2020, dari 148 desa yang ada di Buleleng, hanya 85 desa yang bisa menyalurkan BLT DD, dengan jumlah KPM yang menerima sebanyak 9.624 orang.

Sementara pada Nobember 2020, hanya 73 Desa yang menyalurkan BLT DD, dengan jumlah KPM yang menerima sebanyak 2.329 orang.

Sementara pada Desember 2020, yang menyalurkan BLT DD hanya 62 desa.

Dengan jumlah KPM yang menerkma sebanyak 188 orang. 

"Saat ini Desa sedang melaksanakan Musdes, untuk mendata berapa KPM yang diberikan BLT DD pada 2021 ini. Pendataan ini dilakukan agar tidak ada KPM yang menerima bantuan ganda, baik dari pusat atau dari desa, atau barangkali dari data tahun sebelumnya ada PKM yang sudah mampu. Kalau ada yang menerima bantuan ganda, PKM harus mengembalikan BLT DD ke kas desa, dan dipantau oleh BPKP. Tahun lalu ada sekitar 20 PKM yang mengembalikan, karena bantuan yang diterima ganda," jelasnya. 

Dana desa tahun ini, sebut Sumpana, lebih diprioritaskan untuk penanganan covid-19. Baik untuk padat karya mandiri desa, penanggulangan covid-19 di masing-masing desa, serta BLT.

Apabila dana yang dimiliki masih tersisa, desa dapat menjalankan program lain, seperti pembangunan fisik.

"Sebenarnya musdes dilakukan sebelum Januari. Namun ada beberapa desa yang masih dalam proses musdes, jadi secepatnya kami harapkan segera selesai dilakukan karena harus dituangkan dalam Peraturan Perbekel dulu, baru BLT bisa diberikan," tutupnya. 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved