Breaking News:

Berita Denpasar

Tilep Dana Nasabah Sekitar Rp 500 Juta, Mantan Karyawan Bank BUMN Cabang Denpasar Ditahan

Putu Ririn Lersia Oktavia (29) hanya bisa menunduk saat keluar dari ruang pemeriksaan Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Senin

Tribun Bali/Putu Candra
Putu Ririn Lersia Oktavia hanya bisa menunduk saat keluar dari ruang pemeriksaan Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Denpasar, Senin 18 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putu Ririn Lersia Oktavia (29) hanya bisa menunduk saat keluar dari ruang pemeriksaan Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Senin, 18 Januari 2021.

Mengenakan rompi tahanan berwarna merah dengan kedua tangan diborgol, dikawal sejumlah jaksa, Ririn langsung digiring menuju mobil tahanan.

Perempuan kelahiran Sulanyah, Seririt, Buleleng, 28 Oktober 1990 ini kemudian dibawa ke Rutan Polresta Denpasar untuk menjalani penahanan. 

Ditahannya Ririn oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah menjalani proses tahap II.

Mantan sales person salah satu jasa bank BUMN cabang Denpasar ini ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Baca juga: Polisi Alami Kecelakaan di Sunset Road, Oknum Ojol Ini Malah Tilep Handphone dan Pistol

Baca juga: Tilep Dana Santunan Kematian di Jembrana, Sridani dan Tumari Pasrah Dihukum Setahun Penjara

Baca juga: Diduga Tilep Uang Pungutan Usaha, Kepala Desa Pemecutan Kaja Nonaktif Dituntut 16 Bulan Penjara

Ririn diduga menilep uang dua nasabah dan mengakibatkan terjadinya kerugian sekitar Rp 494 juta. 

"Hari ini telah dilakukan proses tahap II terhadap tersangka Putu Ririn dari penyidik Kejaksaan Kejari Denpasar, kemudian diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar. Jadi ini proses penyidikannya dari Kejari Denpasar," jelas Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar, Kadek Hari Supriyadi didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Denpasar, I Nengah Astawa usai pelimpahan. 

Pihaknya menjelaskan, selanjutnya tersangka Ririn dilakukan penahanan oleh jaksa untuk 20 hari kedepan.

"Tersangka kami lakukan penahanan 20 hari kedepan. Sementara tersangka kami titipkan penahanannya di Poresta Denpasar. Berkas secepatnya akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk selanjutnya disidangkan," jelas Kadek Hari. 

Mengenai kronologis perkara, diungkapkan Kadek Hari, bahwa tersangka telah mengambil dana nasabah yang menerima pelayanan pick up service atau antar jemput.

Namun dana nasabah itu tidak disetorkan oleh tersangka ke rekening nasabah yang bersangkutan.

Melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. 

Ada dua nasabah yakni satu perusahaan lokal, dan satunya perusahaan nasional. Kerugian yang dialami oleh cabang bank BUMN di Denpasar tersebut sebesar Rp 494.639.900. Tersangka melakukan tindak pidana tersebut sekitar bulan Januari 2019 sampai dengan Desember 2019," ungkapnya. 

Terkait pasal, tersangka didakwa dakwaan kesatu primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Juga dakwaan subsidair Pasal 3 atau kedua Pasal 8 UU yang sama.

Baca juga: Tilep Uang Nasabah untuk Kepentingan Pibadi, Mantan Ketua LPD Gerokgak Dituntut Tiga Tahun Penjara

Penulis: Putu Candra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved