Breaking News:

Berita Klungkung

Berakhir Februari, Kontrak Perawat Khusus Covid-19 di Klungkung Bali Diusulkan Diperpanjang

Masa kontrak perawat dan tenaga pendukung khusus pasien Covid-19 di RSUD Klungkung akan berakhir bulan Februari 2021.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Perawat ketika sedang memercikan tirta ke pasien Covid-19 di RSUD Klungkung beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG -  Masa kontrak perawat dan tenaga pendukung khusus pasien Covid-19 di RSUD Klungkung akan berakhir bulan Februari 2021.

Karena pandemi belum berakhir, pihak RSUD Klungkung telah mengajukan usulan perpanjangan kontrak untuk perawat dan tenaga pendukung itu sampai bulan Agustus 2021 mendatang. 

Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, ada sejumlah 29 orang perawat dan 11 orang tenaga pendukung operasional yang direkrut untuk menangani pasien Covid-19.

Baca juga: Verifikasi Prokes Sekolah Sudah 50 Persen, Disdik Kebut Penerapan Sekolah Tatap Muka di Klungkung

Baca juga: Pemkab Klungkung Usulkan 218 CPNS Tahun 2021, Ini Formasinya

Baca juga: Soroti Pengerjaan Proyek Penataan Perbatasan Klungkung-Gianyar, Dewan Nilai Fungsi Pengawasan Lemah

Mereka awalnya dikontrak selama 6 bulan, sampai bulan Februari 2021.

" Kondisi pandemi belum berakhir, dan pemerintah pusat mengintruksikan setiap RS untuk menyediakan ruangan untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19."

"Sehingga tenaga perawat dan pendukung operasional itu masih kami butuhkan, " jelas Nyoman Kesuma, Selasa 19 Januari 2020.

Pihaknya sudah mengusulkan perpanjangan kontrak tersebut ke Pemkab Klungkung, hingga bulan Agustus mendatang. 

Baca juga: Remaja di Klungkung Ini Alami Kelainan Genetik, Kulit Seperti Melepuh, Alami Keterbatasan Fisik

Baca juga: Banyak Pro-Kontra, Beberapa Warga Klungkung Masih Mengaku Khawatir Disuntik Vaksin Covid-19

" Anggaran untuk perpanjangan kontrak itu sekitar Rp 900 juta," ungkap Kesuma. 

Sementara itu saat ini pihak RSUD Klungkung juga kembali menyiapkan dua ruang perawatan Covid-19, yakni ruang isolasi Basement dan Jambu dengan kapasitas 36 tempat tidur. 

" Arahan dari pusat seperti itu, untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Sehingga walaupun rungan itu kosong, petugas kesehatan tetap kami siagakan," ungkapnya. 

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved