Breaking News:

Berita Klungkung

Siapkan Anggaran Pendukung Vaksinasi, Proyek Mall Pelayanan Publik Terancam Tertunda

"Vaksin memang gratis, tapi kami di daerah diminta menyiapkan anggaran untuk penunjang pelaksanaan vaksinasi itu. Sehingga kami terpaksa harus kembali

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung kembali akan melakukan refocusing anggaran, untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Refocusing anggaran ini membuat proyek Mall Pelayanan Publik senilai Rp35 miliar terancam kembali tertunda. 

Ketua Satgas Covid-19 yang juga Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjelaskan, dirinya menerima surat dari Kementrian Keuangan yang pada intinya meminta daerah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk vaksinasi.

Meliputi alat-alat penunjang vaksinasi, pengawasan, hingga pengawasan vaksin. 

"Vaksin memang gratis, tapi kami di daerah diminta menyiapkan anggaran untuk penunjang pelaksanaan vaksinasi itu. Sehingga kami terpaksa harus kembali refocusing anggaran," ujar Suwirta, Rabu 20 Januari 2021.

Baca juga: Targetkan 16 TK Negeri Tahun 2021, Bupati Suwirta Motivasi Kadis Baru Ciptakan Program Inovatif

Baca juga: Bupati Suwirta Pantau Langsung Pelaksanaan PPKM Hari Pertama di Klungkung 

Baca juga: Bupati Suwirta Ajukan Dana ke Pusat Rp 144 Miliar untuk Pengembangan RSUD Klungkung dan PDAM

Dengan refocsing itu, berimbas pada beberapa kegiatan pembangunan fisik yang tertunda.

Lalu ditentukan lah untuk menunda terlebih dahulu pengerjaan Mall Pelayanan Publik yang rencananya akan direalisasikan tahun ini.

Anggaran pembangunan Mall Pelayanan Publik senilai Rp35 miliar itu, akan dialokasikan untuk biaya penunjang vaksinasi Covid-19

" Terkait berapa nilai anggaran yang akan direfocusing, kami belum tentukan. Nanti Sekda yang akan mengkaji terlebih dahulu," ungkapnya. 

Ada beberapa pertimbangan, mengapa Pemkab memilih pembangunan MPP yang ditunda, antara lain anggaran MPP yang cukup besar nilainya, serta saat ini pelayanan publik di Klungkung masih bisa terlaksana secara online. 

" Agar tidak banyak kegiatan lain dipangkas, jadi satu kegiatan yang nilainya besar kami tunda," tegas Suwirta

Refocusing anggaran ini juga tidak perlu menunggu anggaran perubahan, karena dilaksanakan dengan aturan bupati.

Sementara saat ini Pemkab hanya menyiapkan belanja tak terduga senilai Rp6 miliar untuk biaya Covid-19, seperti pangan bagi warga karantina atau isolasi, serta biaya tenaga kontrak perawat dan tenaga penunjang perawatan pasien Covid-19. 

" Refocusing ini akan kami siapkan secepatnya. Nanti anggaran yang kami recofusing untuk kegiatan vaksinasi sekitar 8 bulan," jelasnya. 

Baca juga: Kukuhkan Awig-Awig Desa Adat Tribuana, Bupati Suwirta Minta Desa Adat Jangan Buat Awig-Awig Rumit

Baca juga: Bupati Suwirta Resmikan Laboratorium PCR RSUD Klungkung, 6 Jam Hasil Tes Swab Sudah Diketahui

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved