Breaking News:

Berita Klungkung

1614 Warga di Klungkung Bali Masih Buta Huruf

"Ada beberapa penyebab ada warga masih buta aksara, salah satunya tempat tinggal mereka jauh di pedesaan dan tersebar.  Sehingga mambuat masyarakat in

istimewa
Warga saat mengikuti program penuntasan buta aksara tahun 2018 silam 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hingga tahun 2021, masih ada ribuan masyarakat Klungkung yang masih buta aksara/buta huruf.

Penuntasan masalah buta aksara juga juga masih menghadapi beberapa kendala, mulai dari terbatasnya anggaran hingga terkendala pandemi Covid-19 untuk menjalankan program. 

Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Sujana mengungkapkan, pendataan terakhir terhadap warga buta aksara di Klungkung dilaksanakan tahun 2015 silam.

Saat itu terdata terdapat 4994 warga yang masih buta aksara di Klungkung.

Dari jumlah itu, rata-rata warga yang buta aksara berusia 56 tahun dan dan sebagaian besar merupakan perempuan. 

Baca juga: 13,5 Hektar Lahan Pertanian di Klungkung Bali Tidak Dapat Air Irigasi, Ini Penyebabnya

Baca juga: Sulit Awasi Prokes Saat Upacara Adat, Satgas Gotong-Royong di Klungkung Bali Diminta Kembali Aktif

Baca juga: Sulit Awasi Prokes Saat Upacara Adat, Satgas Gotong-Royong di Klungkung Bali Diminta Kembali Aktif

"Ada beberapa penyebab ada warga masih buta aksara, salah satunya tempat tinggal mereka jauh di pedesaan dan tersebar.  Sehingga mambuat masyarakat ini enggan untuk ke tempat belajar," ujar Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Sujana, Kamis 21 Januari 2021.

Masalah lainnya yakni pandangan masyarakat zaman dahulu, yang masih menyampingkan urusan pendidikan untuk perempuan.

Serta rata-rata usia sudah cukup tua, yang membuat motivasi belajar sangat rendah. 

" Menuntaskan masalah buta huruf ini, kami telah melakukan berbagai upaya melalui program keaksaraan dasar dan keaksaraan usaha mandiri dengan pengelolaan APBD dan APBN," jelas Sujana. 

Program keaksaraan dasar dan keaksaraan usaha mandiri sudah silaksanakan dalam periode tahun 2015 sampai dengan 2018. 

" Dalam pperiode program itu, dari awalnya 4995 warga saat ini masih tersisa 1614 warga yang buta aksara atau buta huruf di Klungkung. Sisanya rencananya akan kami tuntaskan bertahap sampai tahun 2013 mendatang," jelasnya. 

Menurutnya ada beberapa kendala dalam program penuntasan buta aksara di Klungkung.

Mulai dari dana penyelengaraan program yang sangat terbatas, komitmen dan motovasi para peserta belajar masih rendah.

Mengingat usia warga yang buta aksara ini kebanyakan sudah tua. 

" Apalagi saat ini masa pandemi Covid-19,  program ini belum bisa kami lanjutkan. Karena kami juga perlu perhatikan faktor kesehatan dan keselamatan calon peserta belajar," ungkap Sujana. 

Baca juga: Kontrak Perawat Khusus Covid-19 Diusulkan Diperpanjang, 5 Dokter di Klungkung Bali Terinfeksi Covid

Baca juga: 5 Dokter di Klungkung Terinfeksi Covid-19 Selama Pandemi

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved