Ini 5 Cara Mengenali Predator Seksual dan Penipu di Situs Kencan Online, Apa Saja Itu ?
Berikut ini 5 cara mengenali predator seksual atau penipu di situs kencan online
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners, apa Anda menggunakan situs atau aplikasi kencan online ?
Mungkin banyak orang yang suka menggunakan aplikasi atau situs kencan online untuk menemukan pasangan.
Mereka menggunakannya agar mudah berkenalan dengan seseorang.
Jika Anda menggunakan aplikasi dan situs kencan online, Anda perlu berhati-hati.
Baca juga: Ikuti Jejak Artis Lain, Seusai Bebas Pasangan Vanessa Angel Dan Bibi Ardiansyah Ingin Pindah ke Bali
Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden, Perusuh di Gedung Capitol Diblokir dari Aplikasi Kencan Online
Baca juga: Pembunuh Wanita Teman Kencan di Hotel Merasa Dihantui Wajah YL, Takut Masuk Penjara
Karena mungkin ada beberapa orang yang menggunakan informasi palsu untuk melakukan kejahatan di sana.
Seperti melakukan penipuan hingga predator seksual yang sedang mencari mangsa.
Untuk terhindar dari orang-orang seperti itu, berikut ini ada beberapa tanda-tanda untuk mengenali mereka.
Seperti suka mengatur.
Kita harus berhati-hati dengan seseorang yang suka mengatur.
Pelaku umumnya akan menetapkan standar ganda pada korban.
Misalnya, kita enggak boleh datang terlambat atau terlalu lama membalas chat, tapi kita enggak boleh protes jika mereka melakukan hal yang sama.
Mereka juga bisa saja meminta kita untuk bersikap ramah, tapi enggak ada satu pun yang boleh mengganggu kemurungan mereka.
Lalu, apalagi tanda-tanda lainnya ? Berikut ini 5 cara mengenali predator seksual atau penipu di situs kencan online.
Menebar Perhatian
Predator seksual atau penipu di situs kencan online biasanya akan menebar perhatian penuh pada calon korbannya.
Kalimat-kalimat atau pujian manis pun terlontar, bahkan hadiah mungkin juga diberikan agar korban terlena.
Hal ini menjadi cara pelaku untuk membuat korban merasa ketergantungan.
Cara tersebut membuat pelaku terlihat bak pahlawan yang menolong korban dalam kondisi lemah.
Memang, enggak semua ucapan manis merupakan pertanda doi adalah predator seksual.
Perhatian sah-sah saja jika diberikan dalam skala wajar.
Namun, jika seseorang mulai menyerbu kita dengan pesan singkat bertubi-tubi penuh perhatian manis, maka kita perlu khawatir dan sebaiknya mengakhiri kontak sebelum berlanjut lebih jauh.
Manipulatif
Hati-hati dengan orang yang manipulatif!
Saat korban mulai merasa enggak nyaman, orang seperti ini umumnya bakal memutarbalikkan fakta.
Orang yang manipulatif, termasuk predator seksual yang berkeliaran di aplikasi kencan online, paling senang mendramatisasi berbagai hal.
Parahnya hal ini membuat korban justru merasa menjadi pihak yang bersalah.
Pada satu titik, saat korban merasa lelah secara emosional, korban akan mengalah. Hal ini memperlihatkan bahwa pelaku dapat dengan mudah mengendalikan korban.
Enggak jarang pula predator seksual membuat korban merasa bahwa apa yang diterimanya adalah sesuatu yang pantas didapatnya.
Terlalu Protektif
Kalau ada orang yang baru kita kenal sudah bersikap begitu mengatur dan protektif, bahkan cenderung mengekang kita, waspadalah.
Para predator seksual membuat korban begitu ketergantungan dan terisolasi dengan lingkungan sosialnya.
Hal itu membuat seolah-olah enggak ada orang lain yang bisa memahami korban selain si pelaku itu sendiri.
Suka Mengatur
Pelaku umumnya akan menetapkan standar ganda pada korban.
Misalnya, kita enggak boleh datang terlambat atau terlalu lama membalas chat, tapi kita enggak boleh protes jika mereka melakukan hal yang sama.
Mereka juga bisa saja meminta kita untuk bersikap ramah, tapi enggak ada satu pun yang boleh mengganggu kemurungan mereka.
Menyombongkan Diri Sendiri dan Pencapaiannya
Dalam beberapa kondisi, predator seksual bahkan membanggakan dirinya sendiri terhadap pasangannya.
Misalnya membandingkan dengan orang lain atau pencapaiannya memiliki banyak pacar.
Hal ini akan membuat korbannya merasa kurang percaya diri dan 'kecil'.
Dari semua itu, kita harus segera mundur dan mencari bantuan jika pelaku meminta atau memaksa kita untuk melakukan aktivitas seksual, baik secara langsung maupun online, di luar kemauan kita.
Sah saja untuk berkencan melalui dating apps. Tetapi kita wajib waspada dan selalu ingat ciri-ciri di atas, ya!
(*)
Artikel ini telah tayang di https://cewekbanget.grid.id/read/062517656/awas-predator-seksual-di-aplikasi-kencan-ini-cara-tepat-mengenalinya?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-kencan-online.jpg)