Breaking News:

Berita Gianyar

Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Keramas, Gusti Toya Siap Hadapi Gugatan di PN Gianyar Bali

"Keberatannya pada panitia, isinya, dia menolak hasil paruman pemilihan degan alasan, bahwa pada musyawarah antara calon menurut mereka sudah mendapat

istimewa
Suasana pemilihan Bendesa Keramas, Blahbatuh, Gianyar belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Keramas, Gusti Made Toya saat dikonfirmasi terkait pihaknya digugat ke Pengadilan Negeri Gianyar terkait pemilihan bendesa, mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya gugatan tersebut.

"Kami belum tahu. Kita akan mengikuti saja," ujarnya, Kamis 21 Januari 2021.

Namun, kata dia, tempo hari lalu, kedua orang penggugat atau dua calon bendesa, yakni,  I Gusti Agung Suadnyana, S.Skar dan I Nyoman Kantor Wirawan sempat mengajukan keberatan, yang ditunjuk pada Majelis Desa Adat (MDA) Bali, yang dituju dan panitia musyawarah ngadegan (pemilihan) bendesa, Desa Adat Keramas.

"Keberatannya pada panitia, isinya, dia menolak hasil paruman pemilihan degan alasan, bahwa pada musyawarah antara calon menurut mereka sudah mendapatkan kemufakatan. Karena dari 3 calon itu,1 orang yakni Man Kantor memilih Gung Agus. Sehingga mereka menganggap Gung Agus sudah menang," ujarnya.

Padahal, kata dia, dalam perarem dirancang, pemilihan dengan musyawarah antara calon akan berlaku, jika memunculkan satu orang calon.

Baca juga: Desa Keramas Gianyar Bentuk Kader Kebersihan

Baca juga: Seorang Aparatur Positif Covid-19, PN Gianyar Tiadakan Sidang Selama 2 Pekan

Baca juga: Aparatur PN Gianyar Dites Urine, Hasilnya Nihil Pecandu

"Tetapi, saat itu kan masih ada dua calon, Gung Agus dan Man Puja. Karena tetap dua, harus lanjutlah ke poin 6 dari pada perarem pasal 13 itu, jika yang nomer 5 tidak tercapai, maka pemilihan bendesa dilakukan dalam paruman,".

"Sehingga, panitia mengajukan dalam paruman. Ternyata, berdasarkan pemilihan itu, menang lah Man Puja.  Selisih suara banyak, 53 Man Puja, Gung Agus 15 dan Man Kantor 4 suara. Itulah dijadikan alasan keberatannya," ujarnya.

Keberatan kedua, kata dia, prajuru disebut menseting paruman. Lalu yang ketiga, menolak hasil paruman.

"Hal ini kita sudah selesaikan dengan panitia. Hasil paruman itu menolak tuduhannya dia. Apa yang dilakukan paruman itu susah sesuai dengan isi perarem. Di MDA Bali pun menyebutkan tidak ada yang salah dalam pemilihan ini,"

" MDA Bali sudah memanggil 2 orang ini, lalu MDA kecamatan dan kabupaten, termasuk panitia pemilihan juga sudah dipanggil dan prajuru desa juga dipanggil untuk dimohon klarifikasi. Akhirnya kemarin, keluar surat keputusan dari MDA provinsi, yang isinya, bahwa proses yang dilakukan oleh panitia sudah benar. Surat ini sudah disampaikan pada kedua calon, termasuk MDA Kecamatan dan MDA Kabupaten," ujarnya.

Meskipun telah dinyatakan tak bersalah oleh MDA Bali. Namun rekomendasi penetapan bendesa saat ini masih mandeg di MDA Gianyar.

"Kemarin setelah kami dapat surat ini, kami hubungi MDA kecamatan, kami mohon untuk mengeluarkan rekomendasi pengukuhan. Akhirnya MDA kecamatan kemarin sudah memberikan rekomendasi,".

"Tinggal kabupaten. Tetapi saya selaku panitia yang mohon rekomendasi, MDA kabupaten plintat plintut. Kami sangat kecewa. Sepertinya integritas itu tidak dimanfaatkan. Alasannya kedua calon itu masih mengajukan keberatan pada MDA Provinsi lagi. Padahal keputusan MDA provinsi kan sudah final," keluhnya. (*)

Baca juga: Hakim PN Gianyar Sempat Kembalikan Berkas Tipiring Arak

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved