Breaking News:

Berita Buleleng

Menteri Trenggono Harapkan Balai Riset di Buleleng Bali Dapat Membangun Industri Perikanan 

Keberadaan balai riset perikanan diharapkan tidak hanya menjadi pusat penelitian, tapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, daerah

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Dokumentasi Pemprov Bali
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono (dua dari kiri) melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) di Dusun Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Rabu, 20 Januari 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Keberadaan balai riset perikanan diharapkan tidak hanya menjadi pusat penelitian, tapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, daerah dan negara. 

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat mengunjungi Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) di Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu 20 Januari 2021 kemarin.

"Sebenarnya ukuran keberhasilannya bukan sebatas pada kita mampu menghasilkan benih lobster, benih ikan kerapu, tuna dan sebagainya, tetapi sebetulnya seberapa besar industri turunan dari hasil riset ini menjadi besar," ujar Menteri KKP Trenggono.

Baca juga: Menteri KKP Trenggono Tinjau Budidaya Lobster di Buleleng Bali, Hal Ini Ditekankannya

Baca juga: Total Kekayaan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono Rp 1,9 Triliun, Punya 42 Rumah & Tanah Rp 54 Miliar

Baca juga: Menristek/BRIN Dorong Unud Lakukan Riset yang Bisa Sejahterakan Masyarakat Bali

Menteri Trenggono menaruh harapan besar pada balai riset di Buleleng ini untuk membangun industri perikanan dari penelitian yang mereka hasilkan. 

Baik itu industri budidaya ikan, benih, maupun usaha turunan lain, seperti abalone kaleng, pakan dan jenis garam-garaman.

Namun dari semua opsi tersebut, dia menekankan untuk membangun industri perikanan budidaya. 

Baca juga: Lembaga Riset AS Sebut Korea Utara Punya Hingga 60 Hulu Ledak Nuklir, Ancam Korsel hingga Jepang

Baca juga: Inggris Bongkar Jaringan Mata-mata Rusia yang Curi Data Riset Vaksin Corona, Ini Respon Moskow

Selain karena balai sudah mampu menghasilkan beragam jenis benih ikan laut, seperti tuna dan kerapu, juga sejalan dengan kultur masyarakat Pulau Dewata yang menyukai kelestarian.   

"Budaya di Bali itu selalu berkesinambungan, sedangkan tujuan dari budidaya itu sendiri untuk menjaga kebersinambungan ekosistem," urainya.

Untuk mendukung industri perikanan budidaya dari hasil riset, dia mempersilahkan pihak balai membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk berinovasi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved