Breaking News:

Berita Denpasar

Disbud Denpasar Data Kesenian di Denpasar Bali Secara Online, Paling Lambat 31 Januari 2021

Awal tahun 2021 ini, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar akan melaksanakan pendataan kesenian yang ada di Kota Denpasar, Bali.

Disbud Denpasar
Foto Kesenian di Kota Denpasar - Disbud Denpasar Data Kesenian di Denpasar Bali Secara Online, Paling Lambat 31 Januari 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Awal tahun 2021 ini, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar akan melaksanakan pendataan kesenian yang ada di Kota Denpasar, Bali.

Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan seni di Kota Denpasar.

Sehingga nantinya dapat ditarik kesimpulan seberapa besar kesenian Kota Denpasar yang masih aktif, kurang aktif ataupun yang sangat urgen untuk dilaksanakan penyelamatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti, saat dikonfirmasi Sabtu 23 Januari 2021.

Baca juga: Usada hingga Lontar Penerang Cegah Hujan Turun, Ini Isi Ruang Lontar Dinas Kebudayaan Bali

Baca juga: Lantik Dewan Kesenian Blambangan, Bupati Anas: Seni Budaya Instrumen Kekompakan dan Kemajuan Daerah

Baca juga: Jaga Identitas Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Gelar Workshop Lagu Daerah.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan sebuah upaya untuk menciptakan database untuk mendukung pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan seni di Kota Denpasar.

Adapun sebanyak empat cabang seni yang menjadi prioritas, mulai dari seni tari, seni karawitan, seni rupa dan seni teater.

Ia mengatakan, semua jenis kesenian bisa didaftarkan baik yang ada di sekaa, sanggar, banjar, pura, pemaksan dan komunitas seni.

Namun, dalam pelaksanaanya aktivitasnya wajib melaksanakan pembinaan kesenian tua atau yang bersifat mengkhusus.

“Sekaa, sanggar atau komunitas bisa masuk asalkan ada kesenian khusus, namun jika sanggar itu hanya melakukan pembelajaran tari dan tabuh secara umum tidak bisa masuk, sedangkan jika sanggar itu melakukan pelatihan atau pembinaan Seni Gambuh atau Arja itu bisa, dan khusus sanggar kita sudah ada databasenya sendiri,” kata Wahyuning.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved