Breaking News:

Berita Bali

MDA Bali Minta Pelarangan Ogoh-ogoh Serangkaian Nyepi Tak Jadi Polemik, Sebut Kesehatan Alasan Utama

 "Arak-arakan ogoh-ogoh ditiadakan mestinya di masyarakat tidaklah menjadi polemik lagi. Karena mengapa? Bahwa kita dalam suasana pandemi,

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet saat ditemui awak media usai konferensi pers di kantornya, Sabtu, 23 Januari 2021 

Berbeda dengan saat Nyepi sebelumnya, pelarangan arak-arakan ogoh-ogoh terkesan mendadak.

 Hal itu disebabkan karena kasus Covid-19 di Bali pertama kali ditemukan pada 11 Maret.

Sedangkan Hari Raya Nyepi juga jatuh pada bulan yang sama, tepatnya pada 25 Maret 2020.

Hal ini menyebabkan pelarangan arak-arakan ogoh-ogoh saat itu terkesan lebih mendadak.

"Nah kalau (ogoh-ogoh) yang dulu masih ada, simpan saja dulu. Karena yang paling penting adalah bagaimana pun kesehatan dan hidup kita semuanya, terutama tua-tua yang sedang sakit-sakit itu lebih penting dari pada sekadar arak-arakan ogoh-ogoh," kata dia.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pawai Ogoh-ogoh Tahun 2021 Kembali Ditiadakan, Ini Tata Cara Melasti di Masa Pandemi

Nantinya setelah pandemi usai, Sukahet mengajak masyarakat untuk beramai-ramai untuk melaksanakan pawai atau perlombaan ogoh-ogoh.

"Saya kira gubernur, bupati, wali kota pasti akan mengadakan itu (usai pandemi)," tuturnya.

Di sisi lain, Sukahet pun menepis adanya anggapan bahwa kebijakan pelarangan arak-arakan ogoh-ogoh ini bisa menghilangkan kebudayaan Bali.

"Ampura itu ya, supaya kita berpikir lebih bijak di dalam kehidupan ini ada prioritas. Esensi budaya tidak pernah dikurangi," paparnya.

Terlebih saat Hari Raya Nyepi, berbagai hal seperti catur brata penyepian, tawur agung kesanga dan melasti tetap dilaksanakan.

 Hanya saja orangnya dibatasi dan esensi budayanya tetap jalan.

 "Cuma budaya hura-hura, megambelan (dan) rame-rame yang sekali lagi kita harus (kurangi)," paparnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved