Breaking News:

Berita Bangli

Kisah Nyoman Sudana, 15 Tahun Usaha Tepung Sagu Bali, Kini Harus Bersaing dengan Pembuat Tuak

Selain sulitnya mencari bahan baku, harga tepung sagu pun terbilang murah akibat dampak pandemi Covid-19. 

TRIBUN BALI/Muhammad Fredey Mercury
Sejumlah pekerja di rumah Nyoman Sudana ketika memeras sari sagu, Minggu, 24 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bahan baku pembuatan tepung sagu, kini kian sulit didapatkan.

Tak jarang para produsen harus rela mencari hingga daerah jurang.

Selain sulitnya mencari bahan baku, harga tepung sagu pun terbilang murah akibat dampak pandemi Covid-19. 

Hal tersebut diungkapkan pengusaha tepung sagu rumahan, I Nyoman Sudana, Minggu, 24 Januari 2021.

Pria asal Banjar Lumbuan Kawan, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali itu mengatakan bahan baku pembuatan tepung sagu berasal dari pohon enau.

Baca juga: Begini Kata Pengusaha Terkait Pengaturan Hak Pesangon di RPP UU Cipta Kerja

Yang mana pohon ini, juga merupakan bahan pembuatan tuak dan gula aren. 

Karenanya Sudana tak memungkiri untuk memenuhi kebutuhan bahan baku ini cukup sulit.

Sebab pihaknya harus bersaing dengan pembuat tuak.

Bahkan tak jarang untuk mencari bahan baku, ia harus rela menyusuri jurang.

Sebab pohon enau yang mudah dijangkau, pasti sudah lebih dulu laku. 

Baca juga: Ratusan Liter Tuak di Belimbing Tabanan Diserap per Hari, Dijadikan Bahan Baku Memproduksi Arak Bali

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved