Breaking News:

Berita Denpasar

Dijatuhi Hukuman Penjara Sembilan Tahun Edarkan Sabu dan Ekstasi, Ngurah Arika Pasrah Menerima

Putu Ngurah Arika Wiguna (20) hanya bisa pasrah menerima putusan pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Putu Candra
Ngurah Arika menjalani sidang secara virtual dari Lapas Kelas IIA Kerobokan. Ia dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara karena edarkan sabu dan ekstasi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putu Ngurah Arika Wiguna (20) hanya bisa pasrah menerima putusan pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Pemuda kelahiran Tejakula, Buleleng, 11 Agustus 2000 ini dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara, karena terbukti edarkan sabu dan ekstasi.

Amar putusan pun telah dibacakan majelis hakim pimpinan Hakim I Dewa Made Budi Watsara dalam sidang yang digelar secara virtual. 

Baca juga: Terlibat Jaringan Pengedar Narkotik, Eka dan Agus Dituntut Bui 13 Tahun

Baca juga: Terkait Perkara Narkotik, Bule Australia yang Ngaku Depresi Dituntut Bui 1,5 Tahun

Baca juga: Tercatat Sebagai Residivis Narkotik, Aria Kembali Dibui 11 Tahun Karena Jualan Sabu

"Terdakwa Putu Ngurah Arika Wiguna sudah diputus. Dia dijatuhi sembilan tahun penjara, dikurangi selama menjalani tahan sementara. Denda Rp 1 miliar subsidair tiga penjara," jelas Dewi Maria Wulandari selaku anggota penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Senin, 25 Januari 2021.

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, putusan majelis hakim turun dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya jaksa menuntut terdakwa Ngurah Arika dengan pidana penjara selama 13 tahun.

"Terdakwa menerima putusan hakim. Sementara jaksa masih pikir-pikir atas putusan itu," terang Dewi Maria. 

Baca juga: Jalani Pelimpahan ke Kejari Denpasar Terkait Perkara Narkotik, Dervin Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Terbukti Terlibat Peredaran Narkotik, Bambang Pasrah Dihukum 10 Tahun dan Denda Rp 5 Miliar

Meski putusan lebih ringan, majelis hakim sependapat dengan dakwaan pada tuntutan jaksa.

Oleh karena itu Ngurah Arika dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Ia pun dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tentang Narkotik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved