Breaking News:

Berita Denpasar

Dijatuhi Hukuman Penjara Sembilan Tahun Edarkan Sabu dan Ekstasi, Ngurah Arika Pasrah Menerima

Putu Ngurah Arika Wiguna (20) hanya bisa pasrah menerima putusan pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Putu Candra
Ngurah Arika menjalani sidang secara virtual dari Lapas Kelas IIA Kerobokan. Ia dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara karena edarkan sabu dan ekstasi. 

Diungkap dalam surat dakwaan, terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Bali di kamar kosnya, Jalan Padang Kili, Padangsambian, Denpasar Barat, Denasar, pada hari Selasa, 18 Agustus 2020 sekitar pukul 23.30 Wita. 

Penangkapan terdakwa berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan jika di seputaran Padangsambian kerap terjadi transaksi narkotik.

Berbekal informasi itu, petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan mengarah pada terdakwa.

Selanjutnya terdakwa berhasil diamankan di kosnya dan dilakukan penggeledahan. 

Hasilnya ditemukan 13 paket sabu seberat 24,20 gram netto dan 22 butir ekstasi dengan berat 8,47 gram netto.

Selain itu diamankan juga 6 bendel plastik klip kosong, 1 alat isap sabu (bong), 2 buah buku catatan, 1 buah pipa kaca, 1 timbangan digital dan barang bukti terkait lainnya. 

Saat diinterogasi, terdakwa mengaku semua narkotik itu diperoleh dari I Komang Alit Yudistira alias Boxer.

Terdakwa bertugas mengambil dan menempel narkotik itu sesuai perintah Komang Alit. Terdakwa mengaku mendapat upah Rp 50 ribu per sekali tempel dari Komang Alit. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved