Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Israel

Diplomasi Israel Maju Pesat, Sudah Buka Kantor Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab

Pernyataan Kemenlu Israel menambahkan, delegasi dari negara Yahudi tersebut akan bekerja keras demi menguatkan hubungan antara Israel- UEA.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
wikipedia
Bendera Israel.Pemerintah Israel sudah membuka kantor Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab pada hari Minggu 24 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TEL AVIV - Pemerintah Israel sudah membuka kantor Kedutaan Besar di Uni Emirat Arab ( UEA ) pada hari Minggu 24 Januari 2021.

Pembukaan Kedubes Israel di Abu Dhabi tersebut terwujud empat bulan lebih setelah penandatanganan Abraham Accord yang menormalisasi hubungan Israel dengan monarki di Semenanjung Arab tersebut.

"Kedutaan Israel di Abu Dhabi telah dibuka hari ini dengan kedatangan diplomat Eitan Na'eh," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel seperti dilansir Voice of America,

Pernyataan Kemenlu Israel menambahkan, delegasi dari negara Yahudi tersebut akan bekerja keras demi menguatkan hubungan antara Israel- UEA.

Baca juga: Pulang dari Israel, Warga Uni Emirat Arab Akui Orang Palestina Terima Mereka Secara Baik

Baca juga: Model Peraih Gelar Wajah Tercantik Dunia 2020 Ini Ternyata Tentara Israel

Otoritas Israel mengatakan Kedutaan Israel di Abu Dhabi yang bertempat di kantor sementara akan mendorong spektrum penuh akan hubungan kedua negara.

Menurut Kepala Diplomasi Israel Gabi Ashkenazi, pembukaan kedutaan itu akan melengkapi dan meningkatkan perkembangan hubungan yang potensial antara Israel-UEA.

Sampai sekarang pemerintahan Israel telah menormalisasi hubungan dengan empat negara Arab yakni UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Normalisasi hubungan itu didukung mantan Pesiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pemerintah Israel pun sudah menyetujui kesepakatan dengan Maroko pada Minggu 24 Januari 2021 kendati masih harus mendapatkan persetujuan lebih lanjut dari para deputi.

Setelah normalisasi banyak kesepakatan dagang yang ditandatangani antara Israel dengan UEA. Mulai dari bidang pertanian, pangan, pariwisata dan sektor teknologi tinggi.

Anak perusahaan Israel dari raksasa Perancis EDF baru-baru ini juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan UEA di bidang energi terbarukan yang bertujuan menjadikan negara Yahudi itu pemimpin dunia dalam energi surya.

Baca juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Dituntut Mundur Atas Tuduhan Korupsi dan Gagal Atasi Pandemi Covid-19

Diplomat Israel pertama yang secara resmi ditempatkan di Emirat, Na'eh telah ditugaskan beberapa tahun lalu sebagai delegasi Israel di Turki sebelum diusir saat terjadi krisis pada Mei 2018 terkait kekerasan di Gaza, wilayah Palestina di bawah blokade Israel.

Sebanyak 60 warga Palestina dibunuh oleh tentara Israel selama protes di Gaza pada 14 Mei 2018, kekerasan yang dikecam oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang khususnya menuduh Israel telah melakukan genosida.

Para pengunjuk rasa memprotes pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv, sebuah langkah yang dilakukan oleh pemerintahan Trump yang melanggar konsensus internasional selama beberapa dekade.

Pada Minggu kemarin, Uni Emirat Arab juga menyetujui penempatan kedutaan pertamanya di Tel Aviv, di mana mayoritas perwakilan diplomatik ada di sana karena mereka tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved