Breaking News:

Sponsored Content

Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara Pemelaspas di Pura Luhur Uluwatu

Hari itu dipilih lantaran bertepatan dengan Redite Kilwon Wuku Watugunung, Sasih Kewulu, dengan  dipuput Ida Pedanda Arimbawa dari Griya Sari Tegal

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Sekda Adi Arnawa saat menghadiri upacara pemelaspas di Pura Luhur Uluwatu bertepatan dengan Redite Kilwon Wuku Watugunung, Sasih Kewulu, Minggu 24 Januari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seiring dengan rampungnya restorasi pelinggih di Pura Luhur Uluwatu yang termasuk Pura Sad Kahyangan dan merupakan salah satu cagar budaya, dilaksanakan upacara pemelaspas sebagai upaya penyucian pada Minggu 24 Januari 2021.

Hari itu dipilih lantaran bertepatan dengan Redite Kilwon Wuku Watugunung, Sasih Kewulu, dengan  dipuput Ida Pedanda Arimbawa dari Griya Sari Tegal.

Upacara pemelaspasan itu pun dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Bendesa Adat Pecatu yang juga anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Artha, Pj. Perbekel Pecatu, Panglingsir Puri Agung Jro Kuta IGN Jaka Pratidnya (Turah Joko), para pemangku dan masyarakat setempat.

Selain di Pura Luhur Uluwatu, Upacara Melaspas juga dilaksanakan di Pura Beji Uluwatu, Pura Pererepan  dan Pura Kulat.

Baca juga: Pura Uluwatu Kembali Pentaskan Tari Kecak Bali untuk Umum, Prokes Penari Bermasker & Face Shield

Pada kesempatan tersebut sebagai pemedek dan Krama Desa Pecatu Sekda Adi Arnawa mendapat kehormatan mundut Ida Betara untuk dilinggihkan (distanakan) pada salah satu pelinggih Meru di Pura Luhur Uluwatu.

Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta mengatakan dilaksanakannya upacara Melaspas di Pura Luhur Uluwatu ini setelah dilakukannya restorasi, karena beberapa bangunan pelinggih dan prerai mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh cuaca alam.

Dikatakan upacara melaspas tujuannya adalah untuk penyucian pura. 

“Tentunya sebagai pengempon dan masyarakat Pecatu kami sangat berterima kasih dengan dukungan puri dalam hal ini Puri Agung Jro Kuta Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga restorasi di Pura Luhur Uluwatu dan beberapa Pura yang berkaitan erat dengan Pura Luhur Uluwatu di wilayah Pecatu dapat terlaksana.

  Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam upaya melestarikan seni, adat, agama dan budaya yang telah menjadi salah satu prioritas program pembangunan di Kabupaten Badung,”jelasnya.

Sementara itu Penglingsir Puri Agung Jro Kuta Turah Joko mengaku bersyukur restorasi beberapa bangunan pelinggih dapat diselesaikan dengan baik serta mengajak masyarakat dan pemedek untuk selalu ingat/eling dan ngrastiti bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Luhur Uluwatu, tetap menjaga kebersihan pura dan ikut merawat pura dengan baik.

Terlebih Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang harus dijaga kesucian dan keasriannya agar para pemedek yang tangkil bisa melaksanakan persembahyangan dengan kusuk.

“Kami sangat bangga melihat bangunan Pura yang telah berhasil direstorasi dan dibangun kembali seperti semula.

 Mari kita kesucian Pura ini dengan baik agar nafas religiusnya terus dapat memancarkan aura positif bagi kita semua sebagai umatnya,” ujarnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved