Breaking News:

Denpasar

Edarkan Sabu & Ekstasi Dalam Potongan Bambu, Ahmad Alifin Mohon Keringanan Usai Dituntut 12 Tahun

"Pada intinya, terdakwa mengaku dan menyesali perbuatannya. Terdakwa juga tulang punggung keluarga. Karena itu terdakwa mohon keringanan hukuman,"

Penulis: Putu Candra
Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Putu Candra
Ahmad Alifin saat menjalani sidang tuntutan secara online di PN Denpasar, minggu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ahmad Alifin Hidayat (32) dalam pembelaannya memohon kepada majelis hakim agar dijatuhi hukuman ringan.

Pembelaan tertulis telah disampaikan melalui tim penasihat hukumnya, menanggapi tuntutan 12 tahun penjara yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum.

Terdakwa kelahiran Denpasar, 11 Juni 1988 ini dituntut pidana, karena diduga terlibat peredaran sabu dan ekstasi.

Ahmad Alifin mengedarkan dan menempel sabu dengan modus dimasukkan ke dalam potongan bambu. 

"Nota pembelaan sudah dibacakan pada sidang yang digelar online di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Pada intinya, terdakwa mengaku dan menyesali perbuatannya. Terdakwa juga tulang punggung keluarga. Karena itu terdakwa mohon keringanan hukuman," jelas Desi Purnani Adam selaku penasihat hukum terdakwa, Selasa, 26 Januari 2021.

Baca juga: Cucu Raja Jadi Pecandu Narkoba, Ditangkap Saat Pesta Sabu-sabu di Badung Bali

Baca juga: Tukang Las Nyambi Jualan Sabu, Suseno Disangkakan Dakwaan Alternatif

Baca juga: Dijatuhi Hukuman Penjara Sembilan Tahun Edarkan Sabu dan Ekstasi, Ngurah Arika Pasrah Menerima

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, menanggapi nota pembelaan yang diajukan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap pada tuntutan yang telah diajukan.

"Jaksa tetap pada tuntutannya," terang Desi Purnani Adam. 

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Gusti Ayu Surya Yunita menuntut pidana terdakwa Ahmad Alifin, karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, mengusai, atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram.

Terdakwa pun dijerat Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik. 

Diketahui, terdakwa ditangkap di Jalan Mahendradatta, Padangsambian Klod, Denpasar, Sabtu, 17 Oktober 2020 sekitar pukul 20.15 Wita oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved