Berita Bali

Pembangunan Embung di Denpasar Sudah Proses Tender, Diharapkan Rampung Tahun 2022

Kota Denpasar mendapatkan program pembangunan embung dari pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Bali-Penida.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara (putih) memaparkan capaian kinerja masa jabatan 2016-2021 di Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali, Selasa, 26 Januari 2020 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kota Denpasar mendapatkan program pembangunan embung dari pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Bali-Penida.

Pembangunan embung ini dilakukan guna mengurangi bencana banjir di Kota Denpasar.

Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan, pembangunan embung yang berlokasi di Sanur ini diharapkan selesai pada 2022 mendatang.

Baca juga: Dibutuhkan untuk Pertanian, Perbekel Tembok Berharap Ada Pembangunan Embung dari Dana PEN

Baca juga: Wamen LHK RI Tinjau Rencana Pembangunan Embung Sanur, Disambut Walikota Rai Mantra

Baca juga: Wamen LHK Kunjungi Lokasi Pembangunan Embung di Sanur, Anggaran Rp 70 Miliar dan Dibangun 2021

"Kalau selesainya itu 2022. Karena itu kan besar embungnya itu. Sekarang ini tahap awalnya itu penggalian tempat," kata Jaya Negara di Kantor Ombudsman RI Provinsi Bali, Selasa, 26 Januari 2020.

Menurutnya, pembangunan embung ini memang dinakhodai oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida.

Terlebih, pembangunannya memang berada di tanah Taman Hutan Raya (Tahura).

"Sudah kita koordinasikan (pembangun embung itu). Dan sekarang sudah proses tender, tinggal dikerjakan," tuturnya.

Baca juga: Sempat Tuai Protes, PPK Danau Situ Embung Pastikan Pekerja Embung Sanda Patuhi Protokol Kesehatan

Baca juga: Dibangun Jauh dari Lokasi Pertanian, Pemanfaatan Embung di Nusa Penida Klungkung Belum Maksimal

Anggaran pembangunan embung itu sendiri mencapai Rp 60 miliar. Pada tahap pertama pembangunannya sudah dianggarkan sebesar Rp 20 miliar.

"Pertamanya ini sekarang 20 milir, totalnya itu hampir Rp 60 miliar. Di 2022 itu dianggarkan (sisanya). Tapi ini di pusat semua," kata Jaya Negara.

Dirinya menuturkan, pembangunan embung dari pemerintah pusat ini berawal dari permintaan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawija Mantra kepada Presiden Joko Widodo.

Permintaan itu disampaikan saat Jokowi meresmikan Pasar Badung pada 2019 lalu.

Saat itu, Jokowi menanyakan program apa yang ingin didapatkan lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

Kemudian Rai Mantra menjelaskan bahwa banjir menjadi salah satu permasalahan yang masih belum terselesaikan di ibukota Provinsi Bali itu dan meminta agar adanya pembangunan embung.

Menurut Jaya Negara, Rai Mantra langsung meminta adanya pembangunan embung di wilayah Sanur, Denpasar.

Hal itu karena di wilayah tersebut terdapat cekungan yang mirip seperti penggorengan sehingga mudah sekali untuk banjir.

Permintaan ini pun disetujui oleh Jokowi dan saat ini pembangunan embung itu sudah dalam progres. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved