Breaking News:

Cara Mudah Memulihkan Anosmia akibat Covid-19, Latihan Cium Bunga Mawar hingga Lavender

Tanpa kemampuan untuk mencium, kita kehilangan kemampuan untuk mendeteksi bau berbahaya, seperti gas atau api dan asap

SHUTTERSTOCK/VIALANTSIN
Ilustrasi anosmia, kehilangan penciuman 

TRIBUN-BALI.COM - Anosmia atau kehilangan penciuman adalah salah satu efek samping Covid-19 yang banyak terjadi.

Sebagian besar pasien dapat memulihkan penciumannya seiring kesembuhan mereka dari Covid-19, tetapi sebagian orang masih mengalaminya meski sudah sembuh.

Kehilangan penciuman bisa berdampak lebih dari sekadar ketidakmampuan mencium bau.

Menurut ahli THT Raj Sindwani, MD, seseorang yang mengalami anosmia juga bisa kehilangan rasa aman.

Misalnya, tidak mampu mencium bau-bau yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran.

"Tanpa kemampuan untuk mencium, kita kehilangan kemampuan untuk mendeteksi bau berbahaya, seperti gas atau api dan asap," katanya, seperti dilansir Cleveland Clinic.

Gejala Umum Covid-19 Yang Paling Sering Terdeteksi Kini Bukan Batuk Kering tapi Anosmia, Apa Itu?

Bahkan untuk hal yang umumnya dianggap sederhana, seperti mencium makanan busuk sekalipun, orang-orang yang kehilangan penciuman tidak bisa melakukannya.

Dampak yang lebih luas bisa menyangkut psikologis seseorang.

Akibat gangguan dalam hubungan antara ingatan emosional, pengalaman, dan kemampuan penciuman, beberapa orang dapat mengalami kecemasan dan bahkan depresi.

"Makanan menjadi tidak lagi enak, minuman kesukaan rasanya tidak lagi sama."

Halaman
1234
Editor: Kambali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved