Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Sedana Arta, Berawal Bisnis Kargo di Usia Muda & Sempat Gagal Nyaleg, Kini Jadi Bupati Bangli

Terlebih pada perhelatan Pilkada 2020 lalu, pria kelahiran Desa Sulahan, Kecamatan Susut itu lolos sebagai Bupati Bangli terpilih.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sang Nyoman Sedana Arta 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sosok Sang Nyoman Sedana Arta mungkin sudah tak asing di telinga maupun benak warga Bangli.

Terlebih pada perhelatan Pilkada 2020 lalu, pria kelahiran Desa Sulahan, Kecamatan Susut itu lolos sebagai Bupati Bangli terpilih.

Sedana Arta menceritakan awal mula dirinya terjun di dunia politik adalah pada tahun 1997 silam.

Di usianya yang masih 25 tahun, ia hanya menjadi seorang simpatisan.

Wabup Sedana Arta Buka Muskerkab PMI Bangli Bali 2021

Kendati demikian, ia kerap mengikuti kongres-kongres maupun sosialisasi moncong putih dalam lingkaran, mensosialisasikan PDI Perjuangan kepada masyarakat Bangli.

“Waktu itu juga saya membuat bendera terbesar di Kabupaten Bangli. Dan bendera itu sempat dipakai waktu ibu Megawati datang ke Kabupaten Bangli, sekitar tahun 2001 atau 2002.

 Selain bendera juga membuat menara tertinggi di Sulahan. Dan seluruhnya merupakan swadaya.

Zaman itu rakyat kecil ini sangat kompak, bersatu untuk perubahan,” ungkap Sedana Arta, Rabu 27 Januari 2021.

Selanjutnya pada Pemilihan Legislatif tahun 2004, dirinya dicalonkan oleh PDI Perjuangan mewakili Kabupaten Bangli di Provinsi.

Sedana Arta yang kala itu mendapatkan nomor urut 3, banyak membuat posko-posko pemenangan hingga memerahkan Bangli menggunakan bendera PDI-P mulai dari Guliang Kawan hingga perbatasan Kintamani-Kayuambua, Susut.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved