Breaking News:

Berita Buleleng

Nelayan Kadek Astawan Yang Hilang di Perairan Desa Pemuteran Buleleng Bali Belum Ditemukan

Hingga saat ini Kadek Astawan (30), nelayan yang hilang saat mencari ikan dengan teknik menembak di kedalaman 17 meter perairan Desa Pemuteran, Kecama

Dok. Istimewa
Basarnas Buleleng saat melakukan pencarian terhadap korban Kadek Astawan, nelayan yang hilang saat menembak ikan dikedalamab 17 meter perairan Desa Pemuteran 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hingga saat ini Kadek Astawan (30), nelayan yang hilang saat mencari ikan dengan teknik menembak di kedalaman 17 meter perairan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng belum ditemukan.

Petugas Basarnas, Polair dan warga sekitar masih berupaya melakukan pencarian. 

Kepala Basarnas Buleleng, Dudi Librana dikonfirmasi Rabu (27/1) mengatakan, pencarian masih dilakukan sejauh 30 nautical mile, atau dari titik hilangnya korban, hingga di wilayah Pelabuhan Celukan Bawang.

Dalam melakukan pencarian, pihaknya menggunakan satu unit perahu karet, dan dua unit speed boat milik warga sekitar dan Polair. 

"Pencarian masih kami lakukan diarel yang kemarin. Karena berdasarkan SAR Map, tidak ada perubahan arus dan angin," terangnya. 

Pencarian kali ini sebut Dudi hanya fokus dilakukan di atas permukaan air.

Sebab, pencarian dengan teknik menyelam sudah dilakukan oleh warga pada Selasa kemarin, dan hasilnya nihil.

Sesuai SOP, pencarian korban Kadek Astawan akan dilakukan sampai lima hari kedepan.

Namun apabila di hari selanjutnya ada warga ataupun nelayan yang menemukan ciri-ciri korban, pihaknya siap untuk membantu melakukan evakuasi. 

Diberitakan sebelumnya, Kadek Astawan (30) asal Banjar Dinas Loka Segara, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, hilang saat mencari ikan dengan teknik menembak di kedalaman 17 meter, perairan Desa Pemuteran. Kala itu, korban pergi menembak ikan dengan empat rekannya.

Mereka berangkat menggunakan perahu dari Pelabuhan Pemuteran, menuju ke rumpon yang ada di perairan Desa Pemuteran.

Jarak menuju ke rumpon tersebut sekitar satu jam. 

Setibanya di rumpon, korban bersama empat rekannya itu menyelam sebanyak empat kali.

Apesnya saat menyelam ke empat kali ini lah, korban tiba-tiba menghilang dan tak kunjung kembali ke permukaan. 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved