Berita Gianyar

Pandemi Covid, Warga Gianyar Bali Beralih Memasak di Cangkem Paon, Penjualan Gas Melon Turun 30 %

Saat ini warga kembali memasak menggunakan 'cangkem paon atau tungku. Kondisi ini pun menjadi pemicu turunnya penjualan gas LPG.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Cangkem paon atau tungku yang kini marak digunakan untuk memasak selama masa pandemi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Krisis ekonomi saat Covid-19, menyebabkan banyak warga yang kini mengirit pengeluaran.

Satu di antaranya terkait keperluan dapur.

Saat ini warga kembali memasak menggunakan ' cangkem paon atau tungku.

Kondisi ini pun menjadi pemicu turunnya penjualan gas LPG.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar menyebut penurunan sekitar 30 persen.

Layanan BBM dan LPG di Destinasi Wisata Jatimbalinus Dipastikan Siap

Menjelang Akhir September 2020, Konsumsi BBM dan LPG Meningkat

Detik-detik Ibu Hamil Curi Tabung Gas Sambil Bawa 2 Anaknya, Pemilik LPG Justru Iba Lalu Mengancam

Berdasarkan data dihimpun, Kamis 28 Januari 2021, cangkem paon merupakan tempat masak tradisional Bali, yang wajib ada di setiap rumah adat di Bali.

Sebab cangkem paon juga memiliki manfaat niskala, yakni menetralisasi kekuatan negatif yang mengikuti seseorang di jalan.

Ketika orang tersebut sampai di rumah, sebelum berinteraksi dengan keluarga di rumah, terlebih dahulu  mendekati cangkem paon yang dipercaya sebagai stana Bhatara Brahma.

Tujuh Pejabat di Gianyar Bali Dilantik

Penjualan Gas Melon Menurun Di Gianyar Bali, Agen Resmi Perketat Pendistribusian

Antisipasi Pohon Tumbang, Tim Gabungan di Gianyar Bali Inspeksi Pohon di Jalur By Pass IB Mantra

Dalam masa normal, cangkem paon ini biasanya hanya difungsikan sebagai tempat memasak pakan ternak, dan kebanyakan tidak difungsikan karena memilih untuk memasak menggunakan kompor gas karena lebih praktis.

Namun, keberadaan cangkem paon ini justru kembali berarti di tengah krisis.

Warga Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu, Ubud, I Ketut Supri mengatakan, memasak beralih menggunakan tungku kini marak dilakukan warga di banjarnya.

Ngopi Asyik Bersama Seniman Widi S Martodihardjo di Ubud Gianyar Bali

Polsek Sukawati Tertibkan Sekelompok Pemuda yang Melakukan Aksi Trek-trekan di Gianyar Bali

Ekonomi Memburuk Akinat Pandemi, Ketua DPRD Gianyar: Putuskan Lockdown atau Buka Bebas

Hal ini guna mengirit pengeluaran, lantaran memasak hanya menggunakan kayu kering yang mudah didapatkan di sana.

"Segala kebutuhan dapur kini kembali ke tungku. Dulu palingan dipakai untuk memasak pakan ternak," ujarnya. 

Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Gianyar, Ni Wayan Adnyaningsih membenarkan adanya penurunan pembelian tabung gas melon.

Belum Genap 4 Bulan Beroperasi,Saluran Drainase di Tengah Jalan Raya Bedulu Gianyar Bali Sudah Rusak

1.400 Desa Adat Dapat Surat Pengakuan MDA, Desa Adat Mas Gianyar Bali Masih Ada Masalah

Kata dia, penurunan terjadi hampir 30 persen. Tak hanya gas melon, tabung LPG 12 kilogram juga menurun. 

"Penurunan ini terjadi sebagai dampak pandemi Covid-19. Kondisi ini terjadi sejak pertengahan tahun 2020.

"Hingga kini penurunan penjualan mencapai 30 persen. Penurunan juga terjadi pada gas 12 kilogram,"ujarnya.  (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved