Breaking News:

Budaya

Wayan 'Apel' Hendrawan Hadirkan Pameran Tunggal Bertajuk Into the Secret of Cosmic Energy 

Seniman Wayan 'Apel' Hendrawan yang berusia 46 tahun tengah  menggelar pameran tunggal kelimanya yang bertajuk ‘Into the Secret of Cosmic Energy’.

Tribun Bali/Karsiani Putri
Pembukaan pameran tunggal kelima Seniman Wayan 'Apel' Hendrawan yang bertajuk ‘Into the Secret of Cosmic Energy’ 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seniman Wayan 'Apel' Hendrawan yang berusia 46 tahun tengah  menggelar pameran tunggal kelimanya yang bertajuk ‘Into the Secret of Cosmic Energy’. 

Pameran tersebut digelar di Galeri Zen1, Tuban, Kuta, Bali mulai dari tanggal 27 Januari 2021  hingga 9 Februari 2021. 

Total sebanyak 15 karya bercirikhaskan spiritualisme Bali yang mulai dikerjakannya sejak awal 2020 yang akan disuguhkan seniman full tattoo itu secara luring.

Tema tersebut dipilihnya untuk menggambarkan isi dari kekuatan, karakteristik diri manusia dan alam semesta atau Bhuana Alit dan Bhuana Agung yang banyak menyimpan rahasia indah, jauh di atas itu juga tentang kemahakuasaan Tuhan.

Datangkan Omzet Fantastis Rp 1,6 M, Pemprov Bali Perpanjang Pameran UMKM Bali Bangkit

Pemprov Perpanjang Pameran UMKM Bali Bangkit, Peserta Wajib Ikuti Rapid Test Antigen

Pemprov Bali Perpanjangan Pameran UMKM Bali Bangkit di Taman Budaya hingga 15 Januari 2021

Hal tersebut kemudian yang mengilhami  pria yang sering disapa Jro Apel untuk memilih tema berbau kosmis ini.

"Sebelum saya mengambil tema figur wanita dengan mata terpejam dan seiring berjalannya waktu bergeser ke bentuk kosmik seperti figur dewata, alam, dan binatang. Tapi, dengan tidak meninggalkan ciri khas seperti guratan-guratan atau aksen aksara Bali (rerajahan, red)," ucap pria yang telah gemar melukis sejak kelas 4 SD itu.

Lukisan Jro Apel sendiri cenderung bergaya ekspresionis dengan ciri khas penggunaan aksara Bali sebagai aksennya. 

Ia mengaku tugasnya sebagai Pemangku yang digelutinya sejak 2008 itu cukup mempengaruhi periode gaya melukisnya yang kini bergeser ke arah spiritualis.

"Mungkin tugas di spiritual ini tanpa disadari mempengaruhi juga seperti mengalir saja dan tema alam mungkin karena saya ikut beberapa tahun kebelakang ini banyak di kegiatan aktivis lingkungan," sebut pria  yang juga menekuni seni patung dan tattoo tersebut.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved