Ketegangan Politik Melanda Myanmar, Militer Ancam Kudeta Pemerintahan Aung San Suu Kyi

Militer Myanmar berencana mengambil tindakan jika keluhannya tentang pemilihan umum tidak segera ditanggapi pemerintah.

Editor: DionDBPutra
pcrc.org
Aung San Suu Kyi.Ketegangan politik kini melanda Myamar. Medio pekan ini Militer mengeluarkan ancaman kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi. 

TRIBUN-BALI.COM, NAYPYIDAW - Ketegangan politik kini melanda Myamar. Militer mengeluarkan ancaman kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Pemicu ketegangan tersebut adalah militer Myanmar menuduh penyelenggaraan pemilihan umum ( pemilu) tahun lalu curang.

Militer Myanmar berencana mengambil tindakan jika keluhannya tentang pemilihan umum tidak segera ditanggapi pemerintah.

Kantor berita Reuters hari Jumat 29 Januari 2021 melaporkan, ancaman kudeta itu disampaikan juru bicara militer Myanma pada pekan ini.

Kisah Pilu Warga Miskin Myanmar, Terpaksa Makan Tikus dan Ular karena Tak Punya Penghasilan

Pariwisata Anjlok di Masa Pandemi Covid-19, Harta Karun Kuil Myanmar Jadi Target Penjarah

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi dari meraih kemenangan besar dalam pemilu Myanmar 8 November 2020.

Ini merupakan pemilu kedua sejak pemerintahan militer pada 2011.

Tuduhan oleh militer mengenai kecurangan pemilu meluas, yang menyebabkan konfrontasi paling frontal terjadi antara pemirintahan sipil dan militer, yang berbagi kekuasaan dalam pegaturan konstitusional yang tegang.

Komisi pemilihan umum Myanar telah membantah tuduhan pihak militer tersebut.

Di tengah ketegangan, anggota parlemen Myanmar menduduki kembali kursi mereka pada Senin 25 Januari 2021.

Konstitusi Myanmar telah mencadangkan 25 persen kursi di parlemen untuk militer, yang telah menuntut resolusi atas pengaduan kecurangan pada Senin pekan ini.

Panglima Tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing, menyebutkan dalam pidato video yang dipublikasikan secara luas kepada personel militer pada Rabu 27 Januari 2021 bahwa sebuah konstitusi harus dicabut.

Pernyataan tersebut menambah ketidakpastian di Myanmar.

Suu Kyi belum memberikan komentar publik tentang perselisihan pemilu Myanmar, tetapi juru bicara NLD mengatakan para anggota telah bertemu dengan para pemimpin militer pada Kamis 28 Januari 2021.

Namun, pertemuan untuk melakukan pembicaraan atas konflik yang terjadi tidak terwujud.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved