Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Petugas Dihajar Keluarga hingga Pingsan
Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Petugas Dihajar Keluarga hingga Pingsan
TRIBUN-BALI.COM -- Petugas pemakaman pasien covid-19 menjadi bulan-bulanan amukan keluarga pasien di Malang, Jawa Timur.
Penganiayaan yang dilakukan keluarga itu setelah mengetahui jenazah kerabatnya tertukar.
Seorang petugas pingsan dalam insiden tersebut.
Petugas di lapangan diduga kelelahan sementara keluarga minta buru-buru hingga akhirnya ketegangan pun sempat terjadi.
• Michaela Paruntu: Saya Memilih Menjadi Ratu, Bangun Kerajaan Sendiri, Bukan Butuh Diselamatkan
Koordinator Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Malang, Dhana Setiawan mengatakan, insiden tertukarnya jenazah itu merupakan ketidaksengajaan dari petugas.
Saat insiden itu terjadi, petugas di lapangan sudah memakamkan empat jenazah.
Petugas di lapangan dinilai sedang tidak fokus akibat cape. Selain itu, petugas dan keluarga jenazah disebut sempat bersitegang.
"Mungkin karena teman-teman tidak terkontrol emosinya. Cape juga dan sebagainya. Keluarga juga mintanya buru-buru jadi tidak konsentrasi," kata Dhana, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (29/1/2021).
• Michaela Paruntu Diselingkuhi, Tetty Paruntu: Tuhan Titip Sesuatu yang Indah Dibalik Kekecewaan
PSC 119 merupakan relawan di bawah Dinas Kesehatan Kota Malang yang bertugas memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal.
Awal kejadian terjadi pada Kamis (28/1/2021) siang di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Ketika itu, ada enam jenazah yang harus dimakamkan.
Sedangkan, jenazah yang tertukar berada di nomor antrean 4 dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin.
Untuk efisiensi waktu, petugas di lapangan mendahulukan nomor antrean 5 karena jenazah nomor antrean lima lokasi pemakamannya sama dengan jenazah nomor 3, yakni di TPU Sukun.
"Jenazah atas nama W ini memiliki antrean nomor 4 setelah pemakaman di Kedungkandang, Karangbesuki, Sukun.
Namun, diundur menjadi antrean nomor 5 karena tim pemakaman akan menyelesaikan terlebih dahulu pemakaman jenazah di Wilayah Sukun," ujar Dhana.
Hal itu membuat keluarga jenazah W tidak terima dan sempat bersitegang dengan petugas PSC di KM RSSA Kota Malang.
"Lantaran tidak sabar menunggu, pihak keluarga W sempat adu mulut dengan anggota pemakaman, yakni Tri Erwanto dan Alfa," kata dia.
Ketegangan itu berhasil ditengahi oleh seorang Bhabinkamtibmas, Aiptu Budi Setyo.
Setelah itu, peti jenazah untuk pasien W dibawa petugas ke TPU Kasin.
Ternyata, setelah sampai di lokasi pemakaman, jenazah itu tertukar.
Jenazah yang dibawa petugas ternyata jenazah pasien Covid-19 nomor antrean 6.
"Sesampainya di pemakaman, salah satu anggota keluarga tuan W menyadari bahwa peti yang dibawa bukan jenazah keluarganya, melainkan jenazah atas nama tuan S," kata dia.
Karena tidak terima, keluarga jenazah W cekcok dengan petugas dan memukul petugas PSC atas nama Alfa.
"Alfa pingsan dan dilarikan ke RKZ (Rumah Sakit Pantiwaluyo) untuk mendapatkan perawatan. Kemudian, anggota tim pemakaman lainnya menuju KM RSSA untuk mengambil jenazah tuan W," kata dia.
Humas RSSA Kota Malang, Donny Iryan mengatakan, insiden tertukarnya jenazah itu disebabkan oleh human error.
"Mungkin karena sudah panas (cuaca), cape dan kawan-kawan sehingga ada miss. Yang diambil harusnya nomor 4, tapi yang diambil peti jenazah nomor 6," kata dia.
(KOMPAS.COM/ANDI HARTIK)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah Covid-19 Tertukar Berujung Pemukulan, Relawan Dinkes: Petugas Cape, Keluarga Minta Buru-buru"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jenazah-pasien-covid-19-tertukar.jpg)