Breaking News:

Berita Jembrana

Bukan Sanksi Denda, Pelanggar Prokes di Desa Tegalbadeng Barat Jembrana Diberi Nasi Bungkus & Masker

Sanksi denda menjadi polemik di masyarakat, namun hal berbeda diberikan oleh tim Satgas Penanganan Kecamatan di Desa Tegalbadeng Barat.

istimewa
Yutisi pelanggaran prokes di Desa Tegalbadeng Barat, Minggu 31 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Jagat sosial media sempat dihebohkan dengan sanksi denda terhadap warga.

Sanksi denda menjadi polemik di masyarakat, namun hal berbeda diberikan oleh tim Satgas Penanganan Kecamatan di Desa Tegalbadeng Barat.

Tidak ingin mendenda warganya, pembinaan malah diberikan.

Bahkan memberikan nasi bungkus dan masker terhadap warga yang melanggar.

Upaya persuasif dan humanis ini dilakukan pada Minggu 31 Januari 2021, pagi hari tadi.

Sidak Prokes di Pantai Enho Beach Kuta Bali, Satpol PP Badung Temukan 18 Orang Tak Gunakan Masker

Tak Semua Pelanggar Prokes di Badung Dikenakan Sanksi Denda, Begini Alasan Satpol PP Badung

Umat Hindu Tak Dilarang Rayakan Banyupinaruh di Tirta Empul Gianyar Bali Namun Prokes Berjalan Ketat

Tim Satgas Kecamatan ini dipimpin langsung Kapolsek Negara Kompol Sugriwo, Danramil 01/Negara Kapten Chb Karyanto dan Kepala Desa Tegalbadeng Barat, Made Sudiana

Kapolsek Kota Negara, Kompol Sugriwo mengatakan, pihaknya menggelar yustisi sesuai dengan arahan pimpinan baik Pemerintah dan Kapolres serta Dandim.

Setiap warga yang melintas dan kedapatan tidak mengenakan masker, pemakaian tidak sesuai, diberi pembinaan.

Dan tidak ada sanksi denda, malah diberikan oleh pihaknya nasi bungkus dan sejumlah masker

"Sesuai rapat musrenbang kecamatan, tim menggencarkan razia prokes hingga ke pelosok desa. Kita kedepankan persuasif dan salah satunya di desa Tegalbadeng Barat,” ucapnya.

Sugriwo mengaku, bahwa penyebaran Covid-19 semakin luas, khususnya di Jembrana.

Masker menjadi salah satu kewajiban, selain menjaga jarak dan mencuci tangan dalam mengatasi penyebaran virus.

Sehingga tim dari Kecamatan yang melibatkan Muspika aktif melakukan rasia dan bergilir di sejumlah desa.

Tujuannya untuk memberikan pengertian kepada masyarakat pentingnya penerapan prokes.

“Nasi bungkus dan masker ini juga diberikan untuk warga yang melintas meskipun tidak melanggar,” ungkapnya.

Kepala Desa Tegalbadeng Barat, I Made Sudiana mengatakan penindakan secara persuasif dan humanis ini dilakukan bagi warganya untuk menyadarkan pentingnya menerapkan prokes.

Di Bawah Guyuran Hujan, Desa Dauh Puri Kaja Denpasar Laksanakan Pemantauan Prokes Pelaksanaan PPKM

Raffi Ahmad Hari Ini Dijadwalkan Jalani Sidang di PN Depok Terkait Perkara Dugaan Pelanggaran Prokes

Di Bawah Guyuran Hujan, Desa Dauh Puri Kaja Denpasar Laksanakan Pemantauan Prokes Pelaksanaan PPKM

Dengan situasi pandemi dan perekonomian warga terdampak seperti ini maka diambil langkah persuasif.

Nasi bungkus dan masker dibagikan bagi yang melanggar maupun tidak. 

“Sudah setahun berjalan, masih ada yang tidak sadar atau lupa mengenakan masker keluar rumah. Sebenarnya kami menyayangkan, tapi tetap kami upayakan bagaimana masyarakat merasa malu dan menjadi kebiasaan untuk mengenakan masker. Bukan karena keterpaksaan,” paparnya. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved