Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pasangan Kekasih Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kamar Kos

Pasangan kekasih ditemukan tewas bunuh diri di kamar kos Minggu 31 Januari 2021

Editor: Irma Budiarti
Tribunnews
ilustrasi mayat. Pasangan kekasih ditemukan tewas bunuh diri di kamar kos Minggu 31 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Pasangan kekasih di Toraja Sulawesi Selatan ditemukan tewas bunuh diri di kamar kos.

Kasus bunuh diri kembali terjadi di Toraja.

Kali ini di Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kasus bunuh diri ini dilakukan pasangan kekasih pemuda-pemudi, Minggu 31 Januari 2021.

Keduanya nekat mengakhiri hidup secara bersamaan di dalam kamar.

Song Yoo Jung Dikabarkan Meninggal Bunuh Diri, Netizen Tulis Ucapan Duka di Postingan Terakhirnya

Kasus ini menambah catatan kasus bunuh diri di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Keduanya ditemukan tewas tergantung di dalam kamar kost di wilayah Malango, Toraja Utara sekira pukul 20.00 Wita.

Belum diketahui motif keduanya hingga nekat bunuh diri secara bersamaan.

Informasi yang dihimpun dari warga setempat, keduanya merupakan sepasang kekasih.

"Iya mereka pacaran Pak," kata warga setempat, Robert (27).

Saat ini, jenazah kedua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Elim Rantepao.

Tribun Timur masih mencari tahu identitas berikut alamat lengkap kedua korban. 

Ini adalah kasus gantung diri kesekian di Toraja dalam bulan Januari 2021 ini.

Kasus Keempat Januari 2021

Persoalan pelik yang belakangan ini terjadi di Toraja, Sulawesi Selatan, yakni meningkatnya peristiwa bunuh diri.

Seorang Sosialita di China Bunuh Diri, Ditemukan Tewas Sambil Mendekap Bayinya

Catatan Tribuntoraja.com, tahun 2020 terjadi 30 kasus bunuh diri. 

Tana Toraja 14 kasus dan di Toraja Utara 16 kasus. 

Sedangkan mengawali tahun 2021 ini, sudah tiga warga Toraja mengakhiri hidup dengan cara gantung diri

Tiga kasus ini sangat memprihatinkan sebab pelakunya masih berusia muda, yakni RB (20), ES (20), dan DN (18). 

Salah satu tokoh pemuda Toraja, Brikken Linde Bonting yang juga eks Ketua KNPI Toraja Utara mengaku turut prihatin. 

Apalagi korbannya dominan masih berusia muda yang sejatinya masih memiliki masa depan yang cerah. 

Dari kasus bunuh yang terjadi pun menurut Brikken menjadi tamparan bagi semua masyarakat Toraja

"Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Sebagai tokoh pemuda saya merasakan bahwa ini menjadi tamparan bagi kita semua," ujarnya. 

Brikken berharap semua stakeholder agar segera membuka diri terkait apa yang menjadi penyebab usia muda menyudahi hidupnya secara paksa. 

Juga, perlu dibangun ruang komunikasi secara terus-menerus antar lintas lembaga baik pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, pendidik dan organisasi kepemudaan untuk mencari solusi terbaik, tanpa harus menyalahkan.

Diduga Karena Asmara, Pemuda 26 Tahun Bunuh Diri Lompat dari Jembatan Pantai Suluban Badung

"Dan yang terpenting adalah edukasi dalam lingkungan keluarga sebagai benteng terakhir," tutur Brikken yang juga Koordinator Gerakan Milenial Sangtorayan. 

Brikken menambahkan, persoalan sosial begitu banyak, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. 

Dimana situasi ekonomi kurang kondusif, dan kegiatan-kegiatan harus menyesuaikan dengan hidup yang baru atau new normal.

Oleh karena itu, ia berharap ada gerakan turun tangan, baik perseorangan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat untuk melakukan edukasi dampak bunuh diri di usia muda.

"Ayo selamatkan generasi kita. Bunuh diri bukan solusi, justru menjadi beban bagi orang yang ditinggalkan," pungkasnya.

Fenomena Global, Berikut Upaya Pencegahan Bunuh Diri

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 800.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahunnya.

Dengan kata lain, bunuh diri telah menjadi fenomena global yang terjadi di sepanjang kehidupan.

Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi aktif untuk mengurangi angka tersebut.

Memahami Fenomena Bunuh Diri

Melansir kompas.com dengan artikel berjudul "Hal yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Tindakan Bunuh Diri", ada banyak faktor yang membuat seseorang nekat melakukan bunuh diri.

Namun, hal paling umum yang memicu keinginan bunuh diri adalah gangguan mental berupa depresi berat.

Depresi membuat penderitanya merasakan sakit emosional yang hebat hingga kehilangan harapan.

Kondisi tersebut kerap membuat mereka tidak bisa menemukan cara lain untuk menghilangkan rasa sakit yang dialaminya selain kematian.

Selain itu, gangguan mental lain yang bisa memicu keinginan bunuh diri, antara lain gangguan bipolar boderline personality disorder eating disorder atau gangguan makan skizofrenia gangguan stres pascatrauma.

Seorang Pria Bunuh Diri di Jembatan Suluban Pecatu, Sempat Kirim Pesan WA kepada Kekasihnya

Mencegah Bunuh Diri

Cara terbaik untuk mencegah bunuh diri adalah dengan mengenali tanda-tandanya.

Berikut tanda-tanda seseorang yang memiliki keinginan bunuh diri:

  • menarik diri dari teman atau keluarga
  • merasa kehilangan harapan
  • membicarakan kematian
  • kehilangan minat pada aktivitas kegemarannya
  • mengalami perubahan mood ekstrem
  • menunjukan tanda-tanda kecemasan
  • mudah kesal pada hal-hal kecil

Lalu, apa yang harus kita lakukan saat orang terdekat menunjukan tanda-tanda bunuh diri?

Ketika ada teman atau keluarga menunjukkan tanda-tanda bunuh diri, berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan.

1. Jangan remehkan perasaan mereka

Meski kita merasa masalah yang mereka alami bukanlah hal besar, jangan menyepelekan apa yang mereka rasakan.

Hal terpenting yang harus kita perhatikan adalah seberapa serius mereka memandang persoalan hidup yang dialami.

Selain itu, dengarkan apa yang mereka katakan tanpa memberikan penilaian pribadi.

Jangan sampai kita meremehkan pengalaman atau emosi mereka.

2. Anggap tindakan bunuh diri sebagai tangisan meminta bantuan

Ketika seseorang mencoba bunuh diri, belum tentu mereka ingin mati.

Sebaliknya, perilaku bunuh diri adalah indikator bahwa mereka menderita secara emosional tanpa mengetahui bagaimana cara menghadapinya.

Itu sebabnya, mereka memandang bunuh diri sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri penderitaan yang mereka hadapi.

Hal yang harus kita lakukan adalah berusaha mendekati mereka dan yakinkan mereka jika Anda selalu ada untuk memberi bantuan.

3. Jadi pendengar yang baik

Menceritakan apa yang kita rasakan bisa membantu melepaskan sebagian beban, termasuk mencegah keinginan bunuh diri.

Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harusbisa menjadi pendengar yang baik ketika dipercaya oleh orang lain sebagai tempat mereka untuk menceritakan permasalahan hidupnya.

Menjadi pendengar yang baik tidak memerlukan keahlian khusus.

Kita hanya perlu mendengarkan ceritanya tanpa membrikan penilaian pribadi.

Cukup hadir dan tunjukkan bahwa kita peduli padanya sudah mampu menyelamatkan nyawa mereka yang berniat mengakhiri hidup

4. Dorong mereka untuk mendapatkan bantuan profesional

Meski keinginan kasus bunuh diri bisa muncul secara tiba-tiba, kemungkinan besar pemicunya telah ada dalam waktu yang lama.

Itu sebabnya, mendapatkan bantuan profesional dengan segera bisa menjadi langkah yang penting dalam mencegah bunuh diri.

Hilangkan stigma seputar bunuh diri dan beri semangat orang-orang yang sedang berjuang dengan tekanan emosional untuk mendapatkan bantuan profesional.

DISCLAIMER:

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Sepasang Kekasih di Toraja Bunuh Diri di Kamar Kos Mirip Romeo & Juliet: Kasus Keempat Januari 2021

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved