Breaking News:

Serba Serbi

Tidak Boleh Memetik Padi pada Rahina Soma Ribek, Ini Penjelasannya

Jero Mangku Ketut Maliarsa, menjelaskan bahwa hari suci ini harus sangat dirayakan dengan benar dan tulus ikhlas oleh para umat Hindu di Bali.

Istimewa
ilustrasi memetik padi.Tidak Boleh Memetik Padi pada Rahina Soma Ribek, Ini Maknanya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini adalah rahina Soma Ribek, yang jatuh pada 1 Februari 2021.

Jero Mangku Ketut Maliarsa, menjelaskan bahwa hari suci ini harus sangat dirayakan dengan benar dan tulus ikhlas oleh para umat Hindu di Bali.

"Hal ini dikatakan demikian karena hari suci yang jatuh hari Senin Pon Sinta, merupakan hari yang sangat bermakna bagi umat Hindu dengan perayaan sebagai wujud rasa bersyukur," katanya pada Tribun Bali hari ini.

Dalam bahasa Bali disebut 'angayu bagia' kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang maprebhawa 'Tri Pramana' yaitu Dewi Sri, Sadhana, dan Dewi Saraswati.

Hari Raya Soma Ribek, Pemujaan untuk Sang Hyang Sri Amerta, Ada Keyakinan Tak Boleh Tidur Siang

Prabawa Tuhan Yang Maha Esa inilah, yang menurunkan dan menganugerahkan kesejahteraan, kemakmuran dan jagadhita berupa bahan pangan pokok padi atau beras dan bahan pangan lainnya sebagai sumber kehidupan umat manusia pada umumnya, dan umat Hindu pada khususnya.

Pada saat ini juga diyakini oleh umat Hindu merupakan beryoganya Sang Hyang Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu dan Iswara (Siwa).

 "Para umat Hindu ada kewajiban mempersembahkan sesajen, sebagai wujud rasa terima kasih atas kemurahan Ida Bhatara Sri Amerta telah melimpahkan rahmatnya  pada umatnya sehingga mencapai shanti lan jagadhita," jelasnya.

Upacara dan upakara dipersembahkan di tempat-tempat menyimpan bahan pokok, seperti tempat menyimpan beras atau dalam bahasa Bali disebut pulu, tempat menyimpan padi disebut lumbung atau jineng, dan lain sebagainya.

Ada pantangan yang sangat diyakini oleh umat Hindu dan tidak boleh dilanggar karena bisa berakibat buruk misalnya tidak boleh memetik padi, tidak boleh menjual beras, bahkan tidak boleh menumbuk padi karena hari suci ini sangat dikeramatkan sebagai hari pemujaan Bhatara Sri Amerta.

Menurut lontar Sundarigama tersurat bahwa Soma Pon Sinta dikatakan Soma Ribek, hari pujawalinya Sang Hyang Sri Amerta, tempat menghaturkan persembahannya di lumbung.

Di samping itu juga umat Hindu tidak boleh tidur di siang hari  pada perayaan hari suci ini karena pada siang hari merupakan beryoganya Sang Hyang Pramesti Guru. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved