Corona di Bali

Kasus Kematian Covid-19 di Bangli Bali Bertambah Tiga Orang

Setelah sebelumnya dikejutkan dengan penambahan 56 kasus dalam sehari, kini kasus kematian di Bangli bertambah tiga orang dalam sehari.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Humas GTPP Covid-19 Bangli I Wayan Dirgayusa. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kasus penyebaran Covid-19 di Bangli nampaknya kian marak.

Setelah sebelumnya dikejutkan dengan penambahan 56 kasus dalam sehari, kini kasus kematian di Bangli bertambah tiga orang dalam sehari.

Tiga kasus kematian tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Bangli sebanyak dua orang.

Yakni asal Kelurahan Kawan (26) dan Kelurahan Bebalang (34). Sedangkan satu orang lainnya berasal dari Desa Batur Selatan, Kintamani (65).

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, IDI Sarankan PSBB Superketat Hingga Mobilitas Masyarakat Disetop

Hasil Penelitian, 31 Persen Masyarakat Sosio-Ekonomi Rendah Anggap Covid-19 adalah Konspirasi

Jaya Negara Bersama Forkopimda Denpasar Ikuti Rakor Penegakan Disiplin Prokes & Penanganan Covid-19

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Senin 1 Februari 2021 membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan seluruh pasien menjalani perawatan di RSU Bangli, dan dinyatakan meninggal pada tanggal 31 Januari saat dalam perawatan.

“Untuk pasien asal Kelurahan Bebalang menjalani perawatan sejak tanggal 23 Januari, pasian asal Desa Batur Selatan pada tanggal 24 Januari, dan pasien asal Kelurahan Kawan pada tanggal 27 Januari,” ujarnya.

Lanjut Dirgayusa, dua orang pasien yang meninggal sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

Untuk pasien asal Kelurahan Bebalang telah dilakukan proses kremasi.

Pemerintah Diminta Terapkan Lockdown di Akhir Pekan Karena Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat 

Tidak Ada Yang Alami Efek Samping, Vaksinasi Covid-19 Untuk Nakes di Gianyar Bali Dipercepat

Sedangkan pasien asal Desa Batur Selatan, Kintamani telah dikebumikan.

“Sedangkan pasien asal Kelurahan Kawan rencananya dikremasi tanggal 4 Februari,” jelasnya.

Selain penambahan tiga kasus kematian, Dirgayusa mengatakan penambahan kasus positif di Bangli hingga kini masih terjadi.

Per tanggal 1 Februari, tercatat penambahan 17 kasus yang tersebar di empat kecamatan.

Di mana, jumlah penambahan kasus terbanyak berasal dari Kecamatan Bangli dengan enam orang.

“Lainnya Kecamatan Susut dan Tembuku masing-masing bertambah lima orang, dan Kecamatan Kintamani bertambah satu orang."

"Dari penambahan tersebut, tujuh orang diantaranya menjalani perawatan di RSU Bangli. Sedangkan sisanya menjalani karantina terpusat,” sebutnya.

Berdasarkan update data terbaru, pria asal Desa Demulih, Kecamatan Susut itu mengatakan secara akumulasi jumlah kasus positif di Bangli tercatat sebanyak 1316 kasus.

Di mana jumlah warga yang masih menjalani perawatan sebanyak 185 orang, jumlah warga yang sembuh tercatat sebanyak 1083 orang, dan jumlah warga yang meninggal sebanyak 48 orang.

“Dengan jumlah kasus yang kian mengalami peningkatan, rencananya besok (Selasa), Forkompimda akan melakukan rapat lanjutan mengenai penanganan covid-19 di Kabupaten Bangli,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved