Berita Denpasar

Pangkas Kenakalan Tengkulak dan Rentenir, Subak se-Denpasar Bali Dirikan Koperasi

Koperasi dengan nama Koperasi Produksi Subak Semaya Mandika Dana Kota Denpasar ini memiliki goal yakni subak di Kota Denpasar mampu bersaing dalam eko

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
Foto Komunitas Lungatad Berseri
Aktivitas pemanfaatan irigasi subak di Subak Lungatad, Peguyangan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah pandemi Covid-19, subak di Kota Denpasar mendirikan koperasi bersama untuk pengembangan ekonomi kreatif di dalam subak.

Koperasi dengan nama Koperasi Produksi Subak Semaya Mandika Dana Kota Denpasar ini memiliki goal yakni subak di Kota Denpasar mampu bersaing dalam ekonomi global.

Tujuan utama didirikannya koperasi ini yakni sebagai langkah untuk membantu petani yang kesulitan pendanaan dalam pengolahan lahan.

Agar mereka tak terjerat oleh rentenir dan tengkulak serta mampu mampu menampung hasil produksi petani.

“Dengan koperasi ini, kami ingin memangkas kenakalan tengkulak dan rentenir, sehingga petani tidak menjerit oleh pinjaman apalagi di era Covid-19,” kata Kasi Pelestarian Tradisi Masyarakat Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jelandana saat diwawancarai Selasa, 2 Februari 2021.

Adapun pendiri dari koperasi ini yakni pangliman subak se-Kota Denpasar.

Untuk anggotanya yakni sebanyak 198 pekaseh dan pangliman dari 42 subak di Kota Denpasar.

Koperasi subak ini juga akan bisa menangkis berita miring yang mengatakan subak tidak ada apa-apanya dalam dunia ekonomi.

“Saat UMKM banyak yang menjerit di tengah pandemi, subak menunjukkan jati dirinya dan bisa berdiri,” katanya.

Program selanjutnya, semua produksi dari petani akan dibeli oleh koperasi dengan harga semestinya.

Sehingga tak akan ada petani merugi karena hasil panennya tak diambil oleh pengepul.

“Kan banyak petani yang hasil panennya tidak diambil sehingga mereka merugi,” katanya.

Lewat koperasi ini, rencananya akan didirikan pengosokan beras yang akan menjadi milik semua subak di Denpasar.

Saat ini, pembentukan koperasi ini masih dalam tahap pengurusan legalitas 

“Saat ini anggotanya masih pekaseh dan pangliman. Nanti jika sudah kuat pondasinya termasuk legalitasnya, kami akan sasar ke petani,” katanya.

Walaupun anggotanya baru pengurus subak saja, namun jika ada petani yang mengalami kendala biaya produksi akan tetap dibantu.

Pemberian bantuan ini melalui pekaseh maupun pangliman yang kemudian disampaikan ke koperasi. 

Untuk kantor koperasi ini berada di Jalan Gajah Sura Peguyangan, Denpasar. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved