Breaking News:

Berita Gianyar

Baru Selesai Dibangun, Senderan dan Bangun Pura di Payangan Gianyar Bali Ambruk

Kerusakan itu mulai dari tembok penyengker (batas), bangunan bale kulkul dan bale pemaosan. Kerugian ditaksir Rp 1,5 miliar. 

istimewa
Salah satu bangunan Pura Dalem Gandamayu di Desa Adat Lebah Buana, Desa Bukian, Payangan, Gianyar yang rusak akibat tertimpa senderan, 2 Februari 2021 malam. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Masyararakat Desa Adat Lebah Buana, Desa Bukian, Payangan, digegerkan oleh kerusakan parah Pura Dalem Gandamayu, 3 Februari 2021.

Kerusakan itu mulai dari tembok penyengker (batas), bangunan bale kulkul dan bale pemaosan.

Padahal, tembok penyengker dan bale pemaosan tersebut baru selesai dibangun 2020 lalu.

Kerugian ditaksir Rp 1,5 miliar. 

Informasi dihimpun Tribun Bali, kerusakan tersebut bermuka saat senderan wantilan Pura Taman Ayu ambruk.

Ditimpa Pohon Kayu Angih Saat Hujan Deras, Pelinggih & Bale Dawe Pura Subak di Pupuan Tabanan Ambruk

Bale Gong Pura Desa Lemukih Bali Ambruk Diterjang Angin, Gede Widarta: Puting Beliung memang Musiman

Tembok Penyengker DPRD Tabanan Ambruk Terkikis Air Bah, Tembok Pura Beji 2 Meter di Sebelahnya Aman

Senderan setinggi 15 meter dengan lebar 35  meter itu lantas menimpa tembok penyengker pura,bale kulkul dan bale pemaosan. 

Bendesa Desa Adat Lebah Buana, Ida Bagus Putu Arka mengatakan, senderan tersebut diduga ambruk karena tanahnya labil.

Pihaknya tidak menyangka, hal itu akan merusak tembok penyengker, bale kulkul dan bale pemaosan.

Sebab bangunan tersebut baru selesai dibangun 2020. Kata dia, ambruknya senderan tersebut dikarenakan musim hujan, yang mengakibatkan tanah senseran menjadi labil.

Terlebih lagi, tanah senderan tersebut merupakan tanah urug. 

"Baru saja selesai dibangun tahun 2020 lalu. Kami tidak menyangka akan musibah seperti ini. Kerugian ditaksir Rp 1,5 miliar," ujarnya.

Terkait tindakan lanjut yang dilakukan, kata dia, pihaknya terlebih dahulu akan rapat dengan krama.

Namun dipastikan secepatnya harus ada penanganan, terkait kawasan di areal pura yang rawan longsor atau ambruk, supaya kerusakan tidak merembet ke bangunan lainnya.

"Kami akan rapatkan dulu, tapi secepatnya harus ada keputusan, supaya tidak merembet ke bangunan lainnya," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved