Breaking News:

Aung San Suu Kyi Dituntut Militer Myanmar atas Kepemilikan Walkie Talkie

Suu Kyi didakwa karena melanggar undang-undang ekspor impor dan akan menghadapi hukuman tiga tahun penjara jika terbukti bersalah.

Editor: Eviera Paramita Sandi
AFP
Aung San Suu Kyi dalam jumpa pers 

Sebuah "Gerakan Pembangkangan Sipil" yang dimulai oleh aktivis pro-demokrasi termasuk profesional medis mengumumkan pada Rabu, lebih dari 70 rumah sakit dan departemen medis akan berhenti bekerja.

Gerakan ini sebagai protes atas apa yang disebut pemerintah "tidak sah".

Pada masa lalu, aksi protes selalu dibatalkan pemerintahan militer dengan penggunaan kekerasan.

Kampanye lain yang diprakarsai oleh anggota parlemen melihat penduduk di ibu kota komersial Myanmar, Yangon, membunyikan pot dan membunyikan klakson mobil pada Selasa malam

Mereka menunjukkan penentangan terhadap kudeta. Acara serupa rencananya dilakukan setiap hari dan akan memperluas kampanye ke kota-kota besar lainnya, seperti Naypyidaw dan Mandalay.

“Tentara telah 'dengan kejam' melakukan kudeta dan menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas populasi rentan kita yang telah menghadapi kesulitan medis, ekonomi, dan sosial selama pandemi global ini," demikian bunyi pernyataan yang diunggah ke halaman Facebook Gerakan Pembangkangan Sipil.

Di Facebook, halaman Gerakan Pembangkangan Sipil telah memperoleh lebih dari 160.000 pengikut sejak dimulai pada Selasa (2/2/2021).

Kelompok itu berjanji untuk hanya mengikuti arahan dari Suu Kyi dan partai NLD miliknya. "Kami tidak mengakui mereka sebagai pemerintah kami."

Artikel ini telah dipublikasikan oleh Kompas.Com dengan judul : Militer Myanmar Tuntut Aung San Suu Kyi atas Kepemilikan Walkie Talkie

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved