Breaking News:

Pembunuhan di Denpasar

Kasus Pembunuhan di Bali, Wanita Banyuwangi Tewas Dihantam Tabung Gas, Suami Syok dan Ungkap Ini

Kasus pembunuhan di Bali kembali terjadi. Kali ini peristiwa pembunuhan terjadi di Warung Barokah, Jalan By Pass Ngurah Rai, Nomor 438,

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
BPBD Denpasar
Petugas ambulans BPBD Denpasar mengevakuasi jenazah SW (49), di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Betngandang, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali pada Selasa 2 Februari 2021. BREAKING NEWS, seorang perempuan diduga korban pembunuhan di Sanur dievakuasi ke KMJ RSUP Sanglah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus pembunuhan di Bali kembali terjadi.

Kali ini peristiwa pembunuhan terjadi di Warung Barokah, Jalan By Pass Ngurah Rai, Nomor 438, Betngandang, Sanur Denpasar, Selasa 2 Februari 2021.

Korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.  

Adalah Sri Widayu 48 tahun, ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Ia ditemukan tak bernyawa setelah terjadi keributan di kamar kos, kemudian diketahui dua pria dan seorang perempuan langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.

UPDATE Kasus Pembunuhan Wanita di Sanur, Saksi: Terjadi Keributan Sebelum Korban Ditemukan Meninggal

BREAKING NEWS: Seorang Perempuan Diduga Korban Pembunuhan di Sanur Dievakuasi ke KMJ RSUP Sanglah

Korban diketahui adalah pedagang makanan, ia diduga meninggal dunia setelah digebuk menggunakan tabung gas.

Kasus ini terjadi pada Selasa (2/2) sekitar pukul 20.30 Wita di Warung Barokah Jalan By Pass Ngurah Rai, Nomor 438, Betngandang, Sanur, Denpasar.

Namun baru dilaporkan pada Rabu (3/2) pukul 03.00 Wita.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi, korban meninggal dunia di dalam kamar kos dengan kondisi luka pada bagian kepala.

"Diduga korban dipukul menggunakan tabung gas sehingga kening dan kepala belakang alami luka serius," ujarnya, Rabu (3/2).

Berdasarkan keterangan saksi Nurbadri (40) kepada polisi, sekitar pukul 20.30 Wita dirinya mengaku mendengar suara ribut-ribut di kamar kos korban.

Setahun Jadi Misteri, Pembunuhan Wanita Hamil 9 Bulan Terungkap, Ini Ternyata Pelakunya

Kasus Pembunuhan Perempuan di Homestay Denpasar Belum Terkuak, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan CCTV

Terdengar ada suara yang mengatakan 'sudah empat bulan kamu' namun terpotong dan tidak jelas suara lainnya.

Saat keluar dari kamar, Nur melihat ada dua orang laki-laki dan seorang perempuan berkerudung memakai sepeda motor warna merah langsung tancap gas ke arah utara sambil berboncengan.

Saksi langsung memanggil manggil korban, namun tidak ada jawaban dari korban.

Nur kemudian menghampiri kamar korban dan terlihat saat itu pintu kamar korban sudah terbuka.

"Saksi kemudian menghubungi pemilik kos untuk mengecek kondisi korban didalam kamarnya. Saat dicek, ternyata korban sudah terlentang di lantai kamar dengan kondisi kepala berdarah," terang Sukadi.

Saat ini Polsek Denpasar Selatan dan Polresta Denpasar melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelaku dan motif pembunuhan ini.

Polisi masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.

6 Fakta Pembunuhan Bule Slovakia di Bali, Cinta Bersemi di Raja Ampat Pelaku Terancam Hukuman Mati

Polisi Masih Dalami Barang Bukti CCTV dan Helm Ojol yang Ditemukan di TKP Pembunuhan Wanita Subang

Suami Syok

Sementara suami korban, Suwarno (53), mengaku syok saat mengetahui istrinya meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Ditemui di RUSP Sanglah, kemarin, Suwarno menyatakan tidak mengetahui kejadian itu secara langsung. Saat peristiwa tragis itu terjadi, ia tengah keliling berjualan nasi jinggo.

"Saya baru tahu kejadiannya pukul 21.00 Wita (Selasa malam, red). Saya dikasih tahu oleh tuan rumah lalu saya kelokasi kejadian, kok sudah ada garis polisi," ungkapnya.

Suwarno berujar terakhir kali bertemu dengan istrinya pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 Wita. "Dia (korban, red) kan berjualan kripik, saya bantu jual daganganya, saat itu tidak ada pesan apa-apa," terang dia.

Suwarno dan istri diketahui sudah pisah ranjang selama tiga tahun.

"Tapi saya masih komunikasi dan membantu dia membuat kripik," ungkap dia.

Dari hasil pernikahannya, mereka dikaruniai dua orang anak. Yang pertama bernama Yudi (27) dan seorang anak yang masihkecil.

"Dia (korban) tinggal sendiri disini, sedangkan saya kos di Sanur, sama anak yang paling besar. Satu masih kecil di Banyuwangi sama orangtua," ujarnya didampingi anak pertamanya.

Pria yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, itu menyebut dirinya dan anak pertamanya sering ketempat kontrakan korban yang telah dihuni selama dua tahun.

Suwarno menyebutkan selama ini korban tidak pernah bercerita mengenai apapun kepada dia, termasuk masalah pribadi.

"Agak tertutup sama saya. Pas tahu informasi ini ya saya terkejut, padahal kejadian tadi malam. Pagi tadi saya sempat jualan keliling, pulang maunya ambil payung (di TKP). Anak juga sempat bilang suruh tengok ibu," tuturnya lirih.

Anak korban sempat mengaku merasakan sesuatu kurang mengenakkan sehingga meminta bapaknya mendatangi sang ibu.

Suwarno mengaku sedih dan menyayangkan ada orang yang tega menghabisi nyawa korban."Ya selama ini baik-baik saja, saya tahu temannya juga banyak. Tapi kok ada sampai begitu, saya juga gak ngerti," ucapnya terheran.

Ia pun berharap pelakunya segera tertangkap."Ya mudahan-mudahan pelakunya cepat ditangkap dan diproses," tandasnya.

Selanjutnya, Suwarno akan membawa jenazah istrinya ke Banyuwangi untuk dikuburkan. (riz/ian)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved