Merekam Proses Kehidupan di Album Mini East Groove Experience
Duo Psychedelic rock, East Groove Experience telah merilis mini album atau atau Extended Play (EP) berjudul "East Groove Experience I".
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Duo Psychedelic rock, East Groove Experience telah merilis mini album atau atau Extended Play (EP) berjudul "East Groove Experience I".
Album mini mereka ini telah dirilis secara fisik, Jumat, 5 Februari 2021.
Berisikan tujuh track berbahasa Indonesia, di antaranya, Driftin Away and Exhausted, Memories of Tomorrow, Glittering Cascade, Love...The Fate, Ignis Fatus, Live is Beautiful, dan Not a Begging Blues.
Dari tujuh track, East Groove Experience bukannya menyajikan sesuatu yang segar sekaligus penuh semangat di awal tahun 2021.
• Slank Rilis Album Vaksin, Album ke-24 Ditulis Bimbim, Ada Lagu Berjudul New Normal Cinta
• Album Kompilasi Made In Bali Vol. 2 Telah Dirilis, Tampilkan Lagu dari 9 Band Terpilih
• Band Asal Bali, HarmoniA Launching Album Ke-3 Bertajuk Lampaui Batasmu, Siapkan Konser Tunggal
Duo yang digawangi Ary Arseno dan Rifqi Khilmi ini malahan mengajak pendengar untuk mawas diri dengan kenyataan mengenai proses kehidupan.
Pun, EP ini bagi mereka tak ubahnya seperti prasasti yang mengingatkan tentang dinamika kehidupan, khususnya dalam proses berkarya.
"Makna resolusi dari album ini adalah love your self," ungkap Ary Arseno.
Semua orang tentu merasakan momentum saat berada di titik paling bawah, atau saat dihadapkan dengan hal-hal yang tidak terjelaskan.
• Satrio Welang Luncurkan Album Danumaya, Diluncurkan Virtual Melalui Sound Cloud
• Gung Mas Pemayun Rilis Album Kedua Berjudul Karma
Sementara waktu terus berjalan, hidup juga merupakan perjalanan waktu yang tak selamanya berada dalam titik nadir.
"Kita berada di relung yang paling bawah, misalkan seperti di dasar paling kelam, kita berusa menciptakan sebuah dunia yang terdapat kebahagian."
"Barangkali terdengar seperti kita lari dari kenyataan, namun di sisi lain menjadi motivasi untuk diri dalam memaknai segala hal yang tengah dihadapi sekalipun itu berat," ujarnya.
East Groove Experience masih setia menghadirkan musik era tahun 60-an seperti Jimi Hendrix, The Beatles di era Revolver, ataupun Jefferson Airplane.
"Proses pembuatan EP ini sudah kita mulai sejak bulan September 2020 lalu, rencananya waktu itu melepas tiga lagu, namun akhirnya kita meyakinkan diri bahwa kita bisa merekam lebih dari itu," tambah Khilmi.
Lagu-lagu dalam EP ini memiliki lirik yang sarat makna yang mendalam.
Ary menururkan, saat menulis lirik lagu di EP ini dirinya merasakan depresi berhari-hari lantaran pergulatan yang terjadi dalam dirinya. Bahkan ia tak memahami bagaiamana dirinya dapat menulis lirik-lirik itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/east-groove-experience.jpg)