Breaking News:

Human Interest Story

Berawal dari Menari Godogan, Nyoman Suwida Kepincut Instrumen Genggong

I Nyoman Suwida akhirnya kepuncut instrumen genggong. Berawal dari menari godogan, dirinya ditawari bermain genggong oleh seniornya

Tribun Bali/Putu Supartika
Acara Makedekang Ajak Clekontong Mas yang digelar oleh Yamaha DDS Bali Jl. Diponegoro Denpasar dan didukung Tribun Bali, Minggu, 7 Februari 2021 siang - Berawal dari Menari Godogan, Nyoman Suwida Kepincut Instrumen Genggong 

Sepulangnya dari festival tersebut, ia mulai memproduksi genggong yang terbuat dari pugpug atau tangkai daun enau.

Untuk proses pembuatan genggong tersebut, satu genggong butuh waktu hingga setahun.

Hal ini dikarenakan pugpug harus melalui proses pengeringan sebelum dijadikan genggong.

Ia pun menuturkan, instrumen ini lahir berawal dari petani yang menunggui sawahnya agar tak diserang burung.

“Itu menurut tetua di desa saya, muncul pertama idenya dari petani yang sedang menjaga sawahnya dari kawanan burung. Tapi kapan itu, belum ada yang tahu sampai sekarang,” katanya.

Selain membuat instrumen genggong, ia juga mendirikan sanggar yang bernama Sanggar Genggong Kutus.

Lewat sanggar tersebut ia mengajak anak muda untuk belajar genggong agar bisa ajeg.

Bahkan sebagai strategi untuk menarik minat remaja bermain genggong, ia membagikan genggong secara cuma-cuma kepada mereka.

Dengan begitu mereka penasaran dengan cara menggunakannya sehingga mau belajar.

Baginya, sebelum mampu mewariskan suatu kesenian kepada generasi penerusnya, maka kesenian tersebut belum ajeg.

“Kalau hanya bertahan saja, itu namanya eksis. Kalau sudah melakukan regenerasi, baru namanya ajeg menurut saya,” katanya. (*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved