Corona di Indonesia

Bloomberg Prediksi Pandemi di Indonesia Berakhir 10 Tahun Lagi, Moeldoko Suruh Belajar Lagi

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menampik bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia baru akan berakhir 10 tahun lagi.

Editor: DionDBPutra
Antara Foto/Hafidz Mubarak
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Moeldoko menilai kajian Bloomberg bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia baru akan berakhir 10 tahun lagi, berlebihan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Semua negara di dunia saat ini tengah berjuang mengakhiri pandemi virus corona penyebab Covid-19. Termasuk Indonesia.

Dari berbagai usaha yang sudah ditempuh, satu di antaranya adalah melakukan vaksinasi massal.

Vaksinasi dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya masyarakat dengan harapan terbentuk kekebalan kelompok, dan pada akhirnya bisa kembali ke kehidupan normal.

395 Nakes Lansia di Bali Bakal Disuntik Vaksin Sinovac, Vaksinasi Dimulai Hari Ini

Vaksinasi Lansia Mulai Hari Ini, Diawali Bagi Nakes Berusia di Atas 60 Tahun

Seperti negara lain, Indonesia sudah memulai program vaksinasi Covid-19 sejak 13 Januari 2021.

Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik dengan vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan biofarmasi asal China.

Namun, dibandingkan negara lain, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia dirasa belum maksimal.

Berdasarkan hasil kajian Bloomberg -- media asal Amerika --, proses vaksinasi di Indonesia masih kalah cepat dengan negara-negara lainya.

Dengan tingkat vaksinasi saat ini, Bloomberg memprediksi Indonesia baru bisa mengakhiri pandemi sekitar 10 tahun lagi.

Prediksi ini dibuat karena hingga saat ini Indonesia baru melakukan vaksinasi sebanyak 60.433 dosis vaksin. Sementara jumlah kasus infeksi mencapai 1,13 juta dengan jumlah kematian mencapai 31 ribu orang.

Indonesia tidak sendiri. Dengan analisis serupa, India dan Rusia juga diprediksi harus menunggu hingga satu dekade lamanya untuk mengakhiri pandemi di negaranya.

India diramal perlu waktu 10 tahun lebih untuk menuntaskan vaksin karena jumlah vaksin yang tersedia hingga saat ini baru mencapai 299 ribu dosis.

Padahal, jumlah kasus telah mencapai 10,8 juta dengan angka kematian mencapai 154,8 kasus.

Sementara Rusia, tingkat vaksinasinya sebanyak 40 ribu dosis dengan jumlah kasus 3,89 juta orang dan kasus kematian 74,5 ribu orang.

Proyeksi waktu 10 tahun itu melebihi rata-rata waktu yang dibutuhkan negara-negara di dunia untuk bisa menyelesaikan vaksinasi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved