Berita Bali

Ditreskrimsus Polda Bali Ungkap Kejahatan Skimming ATM yang Dikendalikan Bule Bulgaria dan Malaysia

Ketujuh pelaku tersebut terdiri dari dua kelompok, satu kelompok yang terdiri dari 4 orang dikendalikan oleh WNA Bulgaria dari dalam Lapas Kerobokan

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Press release Dit Reskrimsus penangkapan pelaku kejahatan Skimming, di Mapolda Bali, pada Selasa 9 Februari 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah barang bukti kejahatan Skimming berhasil diamankan Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali dari 7 pelaku yang berhasil ditangkap.

Ketujuh pelaku tersebut terdiri dari dua kelompok, satu kelompok yang terdiri dari 4 orang dikendalikan oleh WNA Bulgaria dari dalam Lapas Kerobokan.

Satu kelompok lainnya terdiri dari 3 orang yang dikendalikan oleh Warga Negara Malaysia.

Di Bali mereka kerap beroperasi melakukan kejahatan Skimming di Denpasar, Badung dan Gianyar.

Kasus Skimming Didominasi Pelaku Luar Negeri, 4 Tahun Polda Bali Ungkap 22 Kasus, 45 Pelaku

Serta beberapa wilayah lainnya di luar Bali seperri Solo, Surabaya, Palembang dan beberapa tempat lainnya.

Dari hasil penangkapan para pelaku, Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya menjelaskan sejumlah barang bukti yang diamankan dari pelaku Skimming.

Barang bukti yang diamankan diantaranya terdapat seribuan buah ATM palsu, Laptop, Netbook, alat pembaca/penulis kartu magnetic strip, 1 set obeng Versatile Screwdrivers.

Hidden Camera, alat skimmer berupa cocor bebek, baterai untuk daya hidden camera, flashdisk, modem, kaca pembesar, peralatan elektronik lainnya, cat pilox, card holder, beragam jenis lakban.

Hal ini disampaikan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, AKBP Ambariyadi Wijaya didampingi Kasubdit V Cyber Crime, I Gusti Ayu Putu Suinaci dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Yuli Ratnawati, S.E. dalam press release di Kantor Dit Reskrimsus Polda Bali, Selasa 9 Februari 2021.

"Mereka menggunakan alat skimmer dilengkapi dengan hidden camera dan modem yang dipasangkan di ATM sehingga bisa dikendalikan jarak jauh, mereka merekam data nasabah, utamanya PIN," kata AKBP Ambariyadi

Oleh pelaku, data nasabah direkam dan dimasukkan ke dalam kartu ATM Palsu yang diamankan oleh polisi jumlahnya seribuan keping.

ATM palsu itulah yang digunakan untuk melakukan penarikan di sejumlah ATM di Bali, paling marak di Denpasar, Badung, Gianyar.

Seperti halnya dilakukan oleh Junaidin, Alansyah dan Miska, tiga pelaku asal Dompu, NTB yang dikendalikan oleh Warga Negara Malaysia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved